Pemerintah Kota Padang bersama instansi terkait mempercepat rehabilitasi Intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Guo Kuranji yang rusak akibat bencana 2025. Pekerja menyelesaikan pengerjaan di lokasi pada Minggu (20/9/2026) sebagai bagian dari upaya memulihkan layanan distribusi air bersih kepada warga secara bertahap.
PADANG — Pemerintah Kota Padang mempercepat perbaikan infrastruktur pengendali air dan fasilitas pendukungnya pascabencana 2025. Sasaran utamanya adalah Intake serta Instalasi Pengolahan Air (IPA) Guo Kuranji yang menjadi tulang punggung pelayanan air bersih di kawasan tersebut.
Pengerjaan rehabilitasi di lokasi rampung pada Minggu (20/9/2026). Pemulihan dilakukan bertahap agar distribusi air bersih ke masyarakat bisa kembali normal tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Apa Saja yang Direhabilitasi di IPA Guo Kuranji?
Perbaikan mencakup dua komponen utama: Intake, yakni bangunan penangkap air baku dari sungai, serta IPA sebagai unit pengolahan sebelum air dialirkan ke pelanggan. Keduanya rusak parah akibat bencana 2025 yang melanda Padang.
Pemkot Padang tidak bekerja sendiri. Instansi terkait dilibatkan untuk memastikan setiap tahap perbaikan berjalan sesuai target dan standar teknis.
Mengapa Perbaikan Ini Mendesak?
Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Selama IPA Guo Kuranji belum pulih penuh, warga di kawasan layanannya bergantung pada pasokan terbatas atau sumber alternatif.
Pemulihan instalasi ini menjadi prasyarat agar distribusi air bersih bisa kembali normal secara bertahap. Tanpa Intake dan IPA yang berfungsi, pasokan air baku tidak bisa diolah dan dialirkan ke rumah-rumah warga.
Bagaimana Tahapan Pemulihan ke Depan?
Pemkot Padang menargetkan layanan air bersih pulih bertahap, bukan sekaligus. Pendekatan ini dipilih agar kualitas air yang dialirkan tetap terjaga selama proses pemulihan berlangsung.
Perbaikan infrastruktur pengendali air menjadi prioritas karena menyangkut hajat hidup banyak orang. Warga diharapkan bisa kembali menikmati pasokan air bersih yang stabil setelah seluruh pekerjaan rampung.