5 Ketentuan Beasiswa IASP 2027 untuk Dosen S3 di Austria

Penulis: Binsar Gultom  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:35:01 WIB
Pendaftaran beasiswa IASP 2027 untuk dosen S3 di Austria dibuka secara daring.

SUMATERA BARAT — Dosen tetap di perguruan tinggi binaan Kemendiktisaintek kembali punya peluang menempuh doktor di Austria lewat Indonesia-Austria Scholarship Programme 2027. Pendaftaran dibuka daring dan ditutup 1 Maret 2027, dengan syarat administratif yang wajib dipenuhi sejak awal.

Direktorat Sumber Daya Kemendiktisaintek mengumumkan pembukaan IASP 2027 melalui akun Instagram resmi @ditdaya.dikti. Program ini menyasar dosen tetap yang ingin melanjutkan studi jenjang Doktor (S3) di perguruan tinggi Austria, tanpa menyebutkan kuota penerima.

1. Dosen Tetap di Bawah Kemendiktisaintek

Pendaftar wajib berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi yang berada di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Status ini menjadi syarat utama sebelum berkas lain diurus.

2. NUPTK Terdaftar di PDDikti

Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) harus sudah terdaftar di PDDikti. Data yang tidak sinkron antara berkas kampus dan basis data nasional berpotensi menggagalkan pendaftaran.

3. Pendaftaran Dibuka Secara Daring

Seluruh proses pendaftaran IASP 2027 dilakukan online, bukan lewat pengiriman dokumen fisik. Dosen yang berminat perlu menyiapkan berkas digital sejak awal agar tidak mepet tenggat.

4. Batas Akhir 1 Maret 2027

Pendaftaran ditutup pada 1 Maret 2027. Tidak ada keterangan perpanjangan waktu, sehingga dosen disarankan menyelesaikan pengajuan jauh sebelum tanggal tersebut.

5. Kuliah S3 di Perguruan Tinggi Austria

Penerima beasiswa akan menempuh pendidikan doktor di universitas Austria. Program ini menjadi jalur resmi bagi dosen Indonesia untuk meningkatkan kualifikasi akademik di luar negeri.

IASP 2027 cocok bagi dosen tetap yang sudah menyiapkan NUPTK dan data PDDikti. Pastikan semua syarat rampung sebelum 1 Maret 2027 agar peluang lolos tidak hilang di tahap administrasi.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: edukasi.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top