SUMATERA BARAT — Pindad Maung Garuda resmi dipakai sebagai mobil dinas menteri, dengan spesifikasi mesin turbo diesel 2.200 cc bertenaga 202 PS dan torsi 441 Nm yang diklaim setara SsangYong Rexton. Sebanyak 18 unit sudah didistribusikan untuk menteri koordinator dan kepala lembaga, meski detail lengkapnya baru akan dibuka pada 20 Oktober mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Maung Garuda jauh lebih lega dibandingkan mobil dinas sebelumnya, Toyota Crown. Kabin baris kedua bisa direclining, ada fitur bluetooth, dan layar sentuh. "Dibandingkan Crown ini jauh lebih lega. Baik dari segi kepala maupun kaki. Sangat kompetitif. Ini premium karena ini kan setara dengan apa namanya SsangYong dari Korea," ujar Airlangga.
Dapur pacu Maung Garuda mengusung mesin 2.200 cc turbo diesel yang identik dengan SsangYong Rexton. Tenaganya mencapai 202 PS atau setara 199 HP, dengan torsi puncak 441 Nm. Mesin ini dipasangkan transmisi otomatis 8 percepatan.
Angka tersebut menempatkan Maung Garuda di kelas SUV ladder frame premium, bukan sekadar mobil dinas biasa. Sebagai gambaran, torsi 441 Nm sudah selevel dengan pikap double cabin modern dan beberapa SUV diesel Eropa.
Bagian interior Maung Garuda disebut sangat mirip dengan SsangYong Rexton. Kemiripan terlihat dari desain dasbor, pengontrol AC, konsol tengah, tuas persneling, hingga setir. Fitur yang tersedia meliputi:
Ada satu fitur yang dihilangkan dari versi menteri, yakni sunroof. Pindad belum menjelaskan alasan pemangkasan fitur tersebut.
Chief Technology Officer Badan Pengelola Investasi Danantara Sigit Puji Santosa memastikan spesifikasi Maung Garuda untuk menteri berbeda dengan mobil kepresidenan RI. Ia enggan merinci perbedaannya. "Spesifikasinya beda dong (dengan presiden), cukup banyak. Tapi nanti mungkin tunggu 20 Oktober ya, nanti akan ada kejutan," kata Sigit, dikutip Antara.
Pernyataan itu menyiratkan masih ada konfigurasi khusus yang belum dibuka ke publik, termasuk kemungkinan perbedaan tingkat perlindungan atau fitur keamanan.
KG Mobility, produsen SsangYong, mengirim mobil dalam bentuk terurai (KD kit) ke Indonesia untuk dirakit Pindad. Menurut siaran pers di situs resmi KG Mobility, perusahaan mengekspor 1.060 unit KD Rexton ke Indonesia tahun lalu dan berencana menambah 3.000 unit tahun ini.
Skema ini menjelaskan mengapa banyak komponen Maung Garuda identik dengan Rexton. Pindad berperan sebagai perakit dan penyesuai, bukan pengembang platform dari nol.
Bagi pembaca yang menantikan Maung Garuda versi sipil, informasi soal harga dan ketersediaan umum masih belum tersedia. Yang jelas, 18 unit pertama sudah berputar sebagai mobil dinas pejabat negara.