PADANG PARIAMAN — Atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Padang menambah pundi medali dari sejumlah nomor boulder, lead, dan speed. Haya Nafisah Khairiah menyumbang perunggu pada boulder umum A dan perak di boulder umum B, sementara Alimin Nurdin meraih perak dari lead perorangan putra.
Dua perak lain datang dari speed world record (WR) umum A dan lead umum A putri. Satu perunggu pelengkap dipersembahkan dari lead team umum putri. Enam medali itu jadi modal kontingen menutup sisa pertandingan.
Pelatih panjat tebing Kota Padang, Ardiansyah, menyebut timnya masih membidik dua medali emas dari nomor lead perorangan umum putra dan boulder perorangan umum putra. Ia berharap para atlet tampil maksimal pada pertandingan penentu.
"Menjaga kebugaran fisik, stamina, konsentrasi, dan mental menjadi faktor penting untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat," kata Ardiansyah.
Para atlet diminta tetap fokus menjalankan strategi yang telah disiapkan bersama tim pelatih. Peluang meraih hasil terbaik disebut masih terbuka lebar.
Ardiansyah menyampaikan apresiasi kepada pihak UIN Imam Bonjol Padang di kawasan Lubuk Lintah yang telah memfasilitasi tempat latihan bagi atlet panjat tebing Kota Padang. Dukungan tersebut diharapkan membantu meningkatkan kesiapan dan kemampuan atlet dalam menghadapi kompetisi.
Fasilitas latihan yang memadai menjadi salah satu penopang performa atlet di nomor boulder, lead, dan speed. Kota Padang bersaing dengan kontingen kabupaten dan kota lain sepanjang gelaran Porprov XVI Sumatera Barat.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung hingga 14 Oktober 2026. Kontingen FPTI Kota Padang bertekad memaksimalkan peluang yang tersisa untuk menambah medali sekaligus mengharumkan nama daerah.
Dua emas yang masih diburu bakal menentukan posisi akhir Kota Padang di klasemen cabang panjat tebing. Sisa hari pertandingan menjadi penentu apakah target tersebut bisa direalisasikan.