PADANG — Bau asap menyengat mulai tercium di Kabupaten Pasaman dan sejumlah warga sudah mengenakan masker saat beraktivitas. Kondisi itu memicu permintaan agar pemerintah daerah bergerak lebih awal, bukan menunggu munculnya korban akibat paparan kabut asap.
Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Barat, Donizar, menilai kesiapan fasilitas kesehatan dan ketersediaan masker harus dipastikan sejak sekarang. Ia juga meminta akses pengobatan bagi warga yang terpapar asap tidak dipersulit.
Menurut Donizar, anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil membutuhkan perlindungan lebih ketika kualitas udara memburuk. Pemerintah daerah diminta menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
"Anak-anak harus menjadi skala prioritas. Termasuk juga lansia dan ibu hamil. Keselamatan masyarakat harus benar-benar diperhatikan," ujarnya.
Ia menambahkan, pemantauan kualitas udara perlu berjalan beriringan dengan penyampaian informasi risiko paparan asap kepada warga. Dengan begitu, masyarakat bisa mengambil langkah pencegahan sebelum gangguan kesehatan meluas.
Warga yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan usai terpapar asap diminta segera mencari pertolongan medis. Pemerintah daerah juga harus memastikan pelayanan kesehatan sanggup merespons kemungkinan lonjakan pasien.
Donizar menegaskan pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, pelaku usaha, dan pihak mana pun yang membuka lahan diminta tidak menggunakan cara membakar.
"Kami mengajak dan meminta masyarakat maupun pihak mana pun untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan," tegasnya.
Praktik membakar lahan berisiko memicu kebakaran yang dampaknya meluas mengikuti pergerakan angin. Asap yang dihasilkan dapat melintasi batas administrasi daerah dan mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, serta kehidupan warga yang jauh dari titik kebakaran.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak mengutamakan metode pembukaan lahan tanpa api dan ikut menjaga lingkungan dari potensi kebakaran. Kepatuhan terhadap aturan serta pengawasan aktivitas yang berisiko memicu karhutla dinilai sama pentingnya.
Donizar juga menyoroti dampak karhutla terhadap keberlangsungan hidup masyarakat, termasuk masyarakat adat yang bergantung pada hutan dan lingkungan sekitarnya. Menurut dia, kebakaran bukan semata persoalan kerusakan lingkungan.
"Kebakaran merampas ruang hidup masyarakat adat. Partai Kebangkitan Bangsa berdiri bersama masyarakat," katanya.
Ia menilai warga tidak seharusnya terus menanggung dampak dari kebakaran yang sebenarnya bisa dicegah. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat diminta mengambil peran sesuai tanggung jawab masing-masing.
Berdasarkan pantauan awak media pada Rabu (14/11), kabut asap telah menyelimuti wilayah Pasaman. Bau asap terasa menyengat hidung dan sejumlah warga mulai menggunakan masker ketika beraktivitas.
Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan jika paparan asap semakin pekat, memakai masker yang sesuai, serta segera mencari pertolongan medis bila mengalami gangguan kesehatan.