BUKITTINGGI — Wakil Wali Kota Bukittinggi yang juga Ketua Kontingen, Ibnu Asis, menyebut kenaikan perolehan emas sebagai bukti pembinaan atlet lokal berjalan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang bertanding di ajang tingkat provinsi tersebut.
Menurut catatan kontingen, Bukittinggi mengumpulkan 72 emas, 86 perak, dan 84 perunggu pada Porprov 2018. Pada Porprov XVI Sumbar 2026, raihan emas bertambah menjadi 77 keping meski posisi klasemen akhir berada di peringkat keempat.
Ibnu menilai sportivitas dan semangat pantang menyerah menjadi bagian penting dari pembinaan olahraga di Bukittinggi. Ia menyebut seluruh pertandingan berlangsung sportif.
"Alhamdulillah. Perjuangan yang luar biasa. Kami apresiasi atlet-atlet lokal kita di Bukittinggi. Seluruh pertandingan dilaksanakan dengan sportif. Bibit atlet terbaik dan potensial semakin banyak muncul. Buktinya, dari 2018 lalu kita 72 emas, tahun 2026 ini kita tambah perolehan emas kita menjadi 77. Terima kasih kami ucapkan pada atlet kita semua, pelatih dan seluruh kontingen," ungkap Ibnu.
Ia berharap capaian ini menjadi momentum memperkuat pembinaan berkelanjutan agar atlet Bukittinggi berpeluang meraih prestasi lebih tinggi pada ajang berikutnya.
Rencana pemberian bonus bagi atlet berprestasi dianggarkan pada 2027. Penganggaran itu menjadi perhatian tersendiri setelah kontingen mencatat kenaikan perolehan emas.
Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bukittinggi, Hendra Eka Putra, bersama Ketua KONI Bukittinggi, Hendra Hendarmin, turut mengapresiasi perjuangan seluruh kontingen.
Hendra Eka Putra menjelaskan, posisi Bukittinggi di empat besar berdasarkan data sementara tim pemantauan dan evaluasi (monev). Data tersebut masih akan dievaluasi dan disesuaikan dengan hasil verifikasi serta keputusan Panitia Besar Porprov XVI Sumbar 2026.
Artinya, jumlah medali final kontingen Bukittinggi bisa mengalami penyesuaian setelah proses verifikasi rampung. Kontingen menunggu keputusan resmi Panitia Besar sebelum angka klasemen akhir ditetapkan.