Mesir Panen Kurma 2 Juta Ton per Tahun, Terbesar di Dunia

Penulis: Binsar Gultom  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 09:04:31 WIB
Produksi kurma Mesir mencapai sekitar 2 juta ton per tahun atau hampir 19 persen produksi global.

SUMATERA BARAT — Mesir memproduksi sekitar 2 juta ton kurma setiap tahun, setara hampir 19 persen dari total produksi global. Angka itu menempatkan Mesir sebagai produsen kurma terbesar di dunia, jauh di atas negara-negara penghasil lain di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Paragraf pembuka: Produksi kurma Mesir yang mencapai 2 juta ton per tahun menjadikan komoditas ini salah satu penopang sektor pertanian negara tersebut. Capaian itu bukan hanya soal volume, tetapi juga mencerminkan luasnya kebun palem dan besarnya jumlah petani yang menggantungkan hidup dari budidaya kurma.

Posisi Mesir di Pasar Kurma Global

Dengan kontribusi hampir 19 persen terhadap produksi dunia, Mesir meninggalkan produsen besar lain seperti Arab Saudi, Iran, dan Aljazair. Pangsa sebesar itu memberi Mesir posisi tawar tersendiri dalam perdagangan kurma internasional, terutama untuk pasar Afrika dan Timur Tengah.

Kurma bukan komoditas biasa di Mesir. Buah ini menjadi bagian dari konsumsi harian masyarakat, terutama saat Ramadan, sekaligus bahan baku industri olahan seperti sirup, pasta, dan produk turunan lainnya.

Siapa yang Merasakan Manfaatnya

Panen sebesar 2 juta ton per tahun menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, mulai dari perawatan pohon palem, pemanenan, sortasi, hingga pengemasan. Di sejumlah wilayah, kebun kurma menjadi sumber pendapatan utama rumah tangga petani.

Bagi pelaku usaha kecil, pasokan kurma yang melimpah membuka ruang untuk pengolahan skala rumahan dan penjualan di pasar lokal. Rantai nilai ini yang membuat kurma tetap relevan bagi perekonomian pedesaan Mesir, bukan sekadar komoditas ekspor.

Tantangan di Balik Rekor Produksi

Volume produksi yang besar belum otomatis berarti nilai tambah yang besar. Sebagian hasil panen masih dijual dalam bentuk kurma segar atau setengah olahan, sehingga nilai ekonominya lebih rendah dibanding produk kemasan bermerek.

Mesir juga menghadapi persoalan klasik pertanian: keterbatasan air dan perubahan iklim yang memengaruhi kualitas buah. Pengembangan varietas unggul dan teknologi pascapanen menjadi kunci agar posisi sebagai produsen terbesar bisa dipertahankan sekaligus ditingkatkan menjadi pemain utama di pasar ekspor.

Penutup: Angka 2 juta ton per tahun menegaskan bahwa kurma adalah kekuatan pertanian Mesir yang jarang disorot dibanding komoditas lain. Jika pengolahan dan ekspornya dibenahi, bukan tidak mungkin posisi Mesir bergeser dari sekadar produsen terbesar menjadi pemimpin nilai tambah kurma dunia.

Reporter: Binsar Gultom
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top