PADANG — Dirlantas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Kukuh Priyo Taruno memimpin langsung penyampaian pesan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026. Ia didampingi Wadirlantas AKBP Yudho Huntoro di lingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar.
Pesan kebangsaan itu tidak disampaikan lewat upacara seremonial semata. Kedua pejabat menyasar anggota kepolisian generasi muda di lingkungan Ditlantas agar meneladani semangat para pemuda tahun 1928.
Kukuh menegaskan bahwa nilai persatuan dari peristiwa bersejarah itu harus hidup dalam pekerjaan sehari-hari. Terutama saat personel menjalankan tugas menjaga keamanan dan keselamatan berlalu lintas bagi warga Sumatera Barat.
"Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita nyalakan dalam tugas sehari-hari, terutama dalam menjaga keamanan dan keselamatan berlalu-lintas bagi masyarakat Sumatera Barat," ujar Kombes Pol. Kukuh Priyo Taruno.
Ia menambahkan, semangat persatuan yang diikrarkan pada 1928 menjadi dasar bagi seluruh personel untuk bekerja lebih profesional. Personel juga diminta bersatu padu dan berempati terhadap kebutuhan masyarakat.
Dari sisi operasional, AKBP Yudho Huntoro menyoroti peran strategis generasi muda saat ini. Pemuda dinilai memegang posisi penting dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas.
"Kita tidak hanya menjaga rambu-rambu lalu-lintas, tetapi juga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui sikap disiplin dan gotong-royong di jalan raya maupun di lingkungan pergaulan sehari-hari," jelasnya.
Pernyataan itu menempatkan disiplin berkendara bukan sekadar urusan patuh rambu. Sikap tertib di jalan dipandang sebagai bentuk nyata gotong-royong dan kepedulian antarwarga.
Jajaran Ditlantas Polda Sumbar berharap peringatan Sumpah Pemuda ke-98 mendorong pemuda wilayah itu tampil sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. Harapannya, generasi muda menghindari perilaku berbahaya di jalan dan tetap menjaga kerukunan antar-masyarakat.
Pesan itu relevan dengan tugas harian Ditlantas di lapangan. Setiap hari personel berhadapan langsung dengan pengendara muda yang menjadi kelompok paling rentan dalam kecelakaan lalu lintas.
Melalui peringatan ini, Ditlantas Polda Sumbar menempatkan edukasi keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari pembinaan kebangsaan. Bukan sekadar penindakan terhadap pelanggar di jalan raya.