Pencarian

PT KAI Mulai Reaktivasi Jalur KA Kayu Tanam–Padang Panjang 15,3 Km pada 2027, 6.800 Bangunan Jadi Kendala

Rabu, 28 Oktober 2026 • 16:31:32 WIB
PT KAI Mulai Reaktivasi Jalur KA Kayu Tanam–Padang Panjang 15,3 Km pada 2027, 6.800 Bangunan Jadi Kendala
Dirut PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan rencana reaktivasi jalur kereta api Sumatera Barat dalam pencanangan di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

PADANG PARIAMAN — Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan rencana reaktivasi tersebut dalam pencanangan jalur kereta api Sumatera Barat di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Pengaktifan kembali jalur akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari lintas Kayu Tanam–Padang Panjang.

Setelah lintas pertama beroperasi, PT KAI melanjutkan ke rute Solok hingga Sawahlunto. Pola bertahap dipilih agar penataan kawasan dan kesiapan prasarana bisa diselesaikan sebelum jalur berikutnya diaktifkan.

Rel Bergerigi untuk Medan Berbukit Sumatera Barat

Pada tahap awal, jalur sepanjang 15,3 kilometer direncanakan memakai rel bergerigi. Pilihan teknologi itu menyesuaikan karakteristik geografis Sumatera Barat yang memiliki medan berbukit.

Rel bergerigi memungkinkan kereta menanjak pada tanjakan curam dengan daya cengkeram lebih besar dibanding rel biasa. Keputusan ini menandakan PT KAI tidak memakai pendekatan jalur datar konvensional di lintas Kayu Tanam–Padang Panjang.

6.800 Bangunan di Sepanjang Jalur Jadi Pekerjaan Rumah

Sebanyak 6.800 bangunan di sepanjang jalur teridentifikasi berpotensi menjadi kendala dalam proses penataan kawasan. Jumlah itu menjadi pekerjaan rumah terbesar sebelum konstruksi dan operasional dimulai.

Penataan kawasan mesti rampung tanpa memutus akses warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur. PT KAI belum memerinci mekanisme penanganan bangunan-bangunan tersebut dalam pencanangan di Stasiun Kayu Tanam.

Konektivitas Antardaerah dan Peluang Ekonomi

Reaktivasi jalur menjadi bagian dari pengaktifan kembali jaringan kereta api di Sumatera Barat. Program ini diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

Kayu Tanam dan Padang Panjang berada di koridor yang menghubungkan kawasan pesisir dengan dataran tinggi Minangkabau. Jalur kereta yang aktif kembali berpotensi mengubah pola angkutan penumpang dan barang di koridor tersebut.

Tahap berikutnya menunggu realisasi lintas pertama pada 2027. Setelah itu, PT KAI melanjutkan pengaktifan menuju Solok dan Sawahlunto sesuai urutan yang disampaikan dalam pencanangan.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: valoranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks