PADANG — Pelatihan yang digelar selama empat hari itu menyasar total 44 pelaku usaha mikro, dengan Batch I diikuti 22 orang. Peserta mengikuti pelatihan, workshop, serta praktik langsung untuk meningkatkan keterampilan mengelola dan mengembangkan usaha.
Ja'far menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjalankan amanah Musyawarah Nasional (Munas) untuk mendorong pengembangan usaha mikro agar semakin maju, produktif, dan berdaya saing.
Materi pelatihan diarahkan agar peserta mampu meningkatkan kualitas produk, memperbaiki proses produksi, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Pendampingan menyasar sektor kuliner yang menjadi tema utama kegiatan.
Selain pelatihan, setiap entitas usaha peserta menerima bantuan alat produksi. Bantuan itu ditujukan untuk menunjang peningkatan produktivitas masing-masing peserta.
Pelatihan Batch I melibatkan tiga pihak: anggota DPRD Kota Padang, Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, serta Royal Asia College. Pembiayaan berasal dari APBD Kota Padang melalui dinas terkait.
Ja'far berharap para pelaku UMKM memanfaatkan ilmu dan bantuan yang diterima untuk meningkatkan kualitas usaha, memperluas peluang pasar, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Dari total 44 pelaku usaha mikro yang menjadi sasaran program, 22 orang telah mengikuti Batch I. Kolaborasi antarlembaga itu diharapkan mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih berkualitas dan berdaya saing, khususnya di sektor kuliner Kota Padang.