PADANG — Kehadiran Fadly Amran dalam pembukaan LKMM-TM Nasional 2026 menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kapasitas intelektual, karakter, dan kepemimpinan generasi muda. Orang nomor satu di Padang itu berbicara di hadapan peserta yang memadati Convention Hall Unand.
Fadly menegaskan bahwa integritas tidak boleh ditawar oleh siapa pun yang ingin menjadi pemimpin. Mahasiswa diminta membiasakan diri bersikap jujur, konsisten antara perkataan dan perbuatan, berani menerima kritik, serta mampu menyatukan berbagai perbedaan.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui jabatan, melainkan melalui tindakan nyata dan tanggung jawab.
"Dalam mengemban amanah, kita harus menjaga kepercayaan. Adik-adik mahasiswa perlu membangun komitmen dan integritas sejak dini, terutama jika ingin menjadi pemimpin sekaligus pengusaha," tegas Fadly Amran.
Fadly membagikan pengalaman berorganisasi ketika memimpin KNPI Kota Padang, KNPI Sumatera Barat, serta sejumlah organisasi lainnya. Ia mengingatkan mahasiswa agar memahami pentingnya pengelolaan anggaran secara bertanggung jawab dan tidak menyalahgunakan jabatan.
Baginya, sekecil apa pun amanah yang diberikan harus dilaksanakan dengan jujur dan penuh tanggung jawab. Pengalaman itu menjadi bahan pelajaran langsung bagi peserta yang sebagian besar baru mulai menapaki jenjang kepemimpinan organisasi.
Ketua Pelaksana LKMM-TM Nasional 2026, Fito Torano, menyampaikan kegiatan diikuti 49 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar Sumatera Barat. Selain seminar dan pembekalan kepemimpinan, peserta dijadwalkan mengikuti studi pembelajaran ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumbar, Kantor Gubernur Sumbar, Kantor DPRD Sumbar, serta DPRD Kota Padang.
Rangkaian kunjungan itu memberi peserta gambaran nyata soal pengelolaan anggaran publik dan proses pengambilan kebijakan di tingkat daerah.
Presiden Mahasiswa BEM KM Unand, Shabbarin Syakur, menyebut LKMM-TM Nasional 2026 sebagai ruang strategis untuk meningkatkan kapasitas intelektual sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045. Ia berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkannya melalui keteladanan, tanggung jawab, dan kerja nyata.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Sumatera Barat, Nizam Ul Muluk, yang mewakili Gubernur Sumbar, serta Direktur Kemahasiswaan Unand Dendi Adi Saputra. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan dukungan terhadap penguatan peran mahasiswa sebagai calon pemimpin yang memiliki wawasan luas dan kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui LKMM-TM Nasional 2026, mahasiswa diharapkan melahirkan pola kepemimpinan yang berintegritas, adaptif, dan transformatif. Masa depan bangsa tidak cukup dibangun dengan kecerdasan akademik semata, tetapi juga membutuhkan karakter kuat dan keberanian menjaga prinsip.