PADANG PARIAMAN — KPU Kabupaten Padang Pariaman tak hanya memperbarui sistem layanan, tetapi juga mengubah cara warga mengakses data pemilu. Empat inovasi yang diluncurkan secara bersamaan mencakup Rangkiang Data, SiTamu (Sistem Buku Tamu), Si Pintar (Sistem Pelayanan Informasi Tata Arsip), dan E-Book. Keempatnya dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan akurat.
Komisioner KPU Padang Pariaman, Winda Arianti, menjelaskan bahwa Rangkiang Data menjadi fondasi utama dari transformasi digital lembaganya. Nama "Rangkiang" sendiri diambil dari lumbung padi tradisional Minangkabau, simbol bahwa data adalah aset berharga yang harus dijaga.
"Melalui RANGKIANG DATA, KPU Kabupaten Padang Pariaman menghadirkan pusat data terpadu yang menghimpun berbagai informasi strategis dalam satu sistem yang terintegrasi," ujar Winda dalam sambutannya.
Data Pemilih hingga Logistik dalam Satu Sistem
Sistem pusat data ini tidak hanya menyimpan data pemilih, tetapi juga mencakup data kepemiluan, partisipasi masyarakat, kelembagaan, logistik, hingga keterbukaan informasi publik. Integrasi ini memungkinkan petugas dan masyarakat menelusuri informasi tanpa harus berpindah-pindah platform.
Winda menambahkan, kehadiran sistem ini akan mempercepat proses penyediaan informasi kepada pemangku kepentingan. "Data yang lebih tertata, mudah ditelusuri, aman, serta dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi KPU," katanya.
Tiga Inovasi Pendukung Layanan Digital
Selain Rangkiang Data, KPU Padang Pariaman juga memperkenalkan SiTamu, sistem buku tamu digital yang menggantikan pencatatan manual. Inovasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi penerimaan tamu dan kerapian administrasi.
Si Pintar hadir sebagai sistem informasi tata arsip yang memudahkan pengelolaan dan pencarian dokumen. Sementara E-Book menjadi media digital yang menyediakan publikasi kepemiluan yang bisa diakses masyarakat kapan saja.
Komitmen Badan Publik terhadap Keterbukaan
Ketua KPU Kabupaten Padang Pariaman, Zainal Abidin, menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar gimik teknologi. "RANGKIANG DATA bukan sekadar aplikasi penyimpanan data, tetapi menjadi simbol komitmen KPU Kabupaten Padang Pariaman dalam membangun budaya kerja berbasis data yang terintegrasi," ujarnya.
Komisioner KPU Sumatera Barat, Ory Sativa Syakban, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya inovasi ini untuk pelayanan publik. "Khususnya dalam pelayanan informasi untuk masyarakat, karena masyarakat berhak atas segala informasi yang ada di badan publik," kata Ory.
Apresiasi datang dari Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat, Idham Fadhli. Ia menilai KPU Padang Pariaman sebagai badan publik memiliki komitmen kuat terhadap keterbukaan informasi. "Luar biasa sekali inovasi yang dilahirkan oleh KPU Padangpariaman dalam rangka meningkatkan pelayanan," ujarnya.