Pencarian

60 Kelompok Silek Tuo Se-Solok Hadiri Balenong di Nagari Selayo, Wagih Sumbar Sebut Hanya 50 Aliran yang Bertahan

Selasa, 28 Juli 2026 • 01:48:01 WIB
60 Kelompok Silek Tuo Se-Solok Hadiri Balenong di Nagari Selayo, Wagih Sumbar Sebut Hanya 50 Aliran yang Bertahan
kelompok silek tuo dari Kabupaten Solok dan Kota Solok mengikuti Balenong Silek Tuo di Balai Adat Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Sabtu (25/7/2026).

SOLOK — Enampuluh kelompok silek tuo dari dua daerah berkumpul di Balai Adat Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sabtu (25/7/2026). Mereka mengikuti Balenong Silek Tuo yang digagas Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Daswippetra.

Dari total peserta, 40 sasaran silek berasal dari Kabupaten Solok dan 20 sasaran lainnya dari Kota Solok. Pertemuan ini merupakan pelaksanaan Balenong yang keenam sepanjang tahun 2026. Kali ini Silek Tuo Kumango Nagari Selayo dipercaya sebagai tuan rumah, setelah edisi sebelumnya digelar di Nagari Aripan.

Baru 64 dari 200 Sasaran Tercatat

Daswippetra mengungkapkan, Kabupaten Solok diperkirakan memiliki lebih dari 200 sasaran silek tuo. Namun hingga saat ini, baru 64 sasaran yang terdata secara resmi. Sementara di Kota Solok, jumlah sasaran yang tercatat baru mencapai 20.

"Apabila seluruh sasaran silek berhasil didata dan diinventarisasi dengan baik, maka akan terbuka peluang untuk menyelenggarakan festival silek tuo berskala besar," ujar Daswippetra dalam sambutannya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Nagari Selayo yang telah mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap Balenong Silek Tuo bisa terus digelar secara rutin agar silek tradisi semakin dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi muda, baik di Solok maupun seluruh Sumatera Barat.

Dari 200 Aliran, Kini Tersisa 50

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyampaikan data yang memprihatinkan. Dahulu terdapat sekitar 200 aliran silek tradisi di Sumatera Barat. Kini hanya sekitar 50 aliran yang masih bertahan.

Ia menilai berkurangnya jumlah aliran tersebut dipengaruhi oleh menurunnya minat generasi muda yang menganggap silek tradisi kurang menarik.

Silek Masuk Sekolah Jadi Jurus Pemprov

Untuk mengatasi hal itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen menghidupkan kembali kecintaan terhadap silek melalui program Silek Masuk Sekolah. Program ini akan diterapkan di jenjang SMA.

Balenong Silek Tuo di Nagari Selayo menjadi salah satu bukti bahwa komunitas silek masih bergerak. Namun tantangan terbesar ada pada regenerasi. Tanpa data yang rapi dan program yang menyentuh anak muda, warisan bela diri Minangkabau ini bisa semakin menyusut.

Bagikan
Sumber: fajarsumbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks