Pencarian

Siswi SMA Semen Padang Raih Tiket ke 5 Kampus Top Indonesia-Australia-Hong Kong, Pilih Unand Demi Tak Bebani Orang Tua

Senin, 27 Juli 2026 • 03:59:01 WIB
Siswi SMA Semen Padang Raih Tiket ke 5 Kampus Top Indonesia-Australia-Hong Kong, Pilih Unand Demi Tak Bebani Orang Tua
Nayla Irza Ramadhani menunjukkan dokumen penerimaan dari sejumlah perguruan tinggi di dalam dan luar negeri di SMA Semen Padang, Jumat (24/7/2026).

PADANG — Enam hari dalam sepekan, Nayla Irza Ramadhani (18) berpindah dari satu tempat bimbingan belajar ke tempat lain untuk memperdalam matematika, kimia, dan fisika. Setiap mata pelajaran ia pelajari di lokasi berbeda. Hanya hari Minggu yang menjadi jeda dari rutinitas itu.

"Saya memang tidak bisa bermalas-malasan. Rasanya tidak nyaman kalau tidak ada kegiatan. Karena itu, saya selalu mencari aktivitas di luar rumah, salah satunya mengikuti les dari Senin sampai Sabtu," kata Nayla saat ditemui di SMA Semen Padang, Jumat (24/7/2026).

Dari Farmasi Unand hingga Biomedis Hong Kong

Kerja keras anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Irwan Kartadi Putra dan Roza Wilda itu mulai membuahkan hasil. Di dalam negeri, Nayla diterima di Program Studi Farmasi Unand dan Unpad. President University juga memberikan beasiswa untuk Program Studi Kedokteran.

Dari luar negeri, ia telah mengikuti seleksi program studi bidang penelitian sains di Monash University, Australia. Ia juga menerima pemberitahuan dari The University of Hong Kong untuk bidang biomedis, meskipun statusnya masih dalam daftar tunggu.

Beasiswa Garuda Jadi Penentu ke Australia dan Hong Kong

Nayla belum bisa memastikan keberangkatannya ke luar negeri. Semuanya bergantung pada hasil seleksi Program Beasiswa Garuda yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2026.

"Untuk melanjutkan pendidikan di Monash University, saya masih menantikan hasil seleksi Program Beasiswa Garuda. Beasiswa penuh tersebut menjadi salah satu penentu apakah saya dapat mewujudkan keinginan menempuh pendidikan di Australia," ujarnya.

Hal serupa berlaku untuk The University of Hong Kong. "Saya juga mengupayakan Beasiswa Garuda. Apabila saya mendapatkan beasiswa dan pihak pemberi beasiswa telah melaporkannya kepada The University of Hong Kong, maka pihak universitas akan memberikan keputusan akhir mengenai penerimaan saya," sambung Nayla.

Pilih Unand: Jalan Aman Tanpa Beban Keluarga

Di tengah banyaknya kesempatan, Nayla tidak tergesa-gesa. Setiap pilihan dibicarakannya bersama orang tua. Ia memahami pendidikan tidak hanya soal cita-cita, tetapi juga kesiapan ekonomi keluarga.

Sembari menunggu pengumuman beasiswa dari Monash University, ia memilih melakukan pendaftaran ulang di Program Studi Farmasi Unand. Keputusan itu menjadi pilihan paling realistis agar ia tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa memberikan beban berlebihan kepada orang tuanya.

"Saya bersyukur atas semua kesempatan yang diperoleh. Saya memilih Unand karena ingin tetap melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tua. Namun, saya tetap berharap memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan studi di luar negeri, terutama di Monash University," katanya.

Jika Gagal Tahun Ini, Coba Lagi Tahun Depan

Nayla tidak menutup kemungkinan untuk kembali mencoba pada tahun berikutnya apabila belum berhasil mendapatkan beasiswa tahun ini. Namun, ia juga telah mempersiapkan diri menerima setiap hasil dengan lapang dada.

"Kalau belum diterima, saya akan mencoba lagi tahun depan. Kalau ternyata belum juga, berarti rezeki saya memang berada pada pilihan yang sekarang," tuturnya.

Sikap itu memperlihatkan kematangan Nayla dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Ia menyimpan ambisi besar untuk menatap dunia, tetapi tetap berpijak pada kondisi keluarga. Di balik keberaniannya bermimpi, terdapat pertimbangan rasional dan kesadaran untuk selalu menyiapkan pilihan lain.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks