Pencarian

Kualitas Udara Padang Panjang Masuk Kategori Kurang Sehat, Wali Kota Imbau Warga Pakai Masker saat Beraktivitas di Luar Rumah

Selasa, 08 September 2026 • 09:58:01 WIB
Kualitas Udara Padang Panjang Masuk Kategori Kurang Sehat, Wali Kota Imbau Warga Pakai Masker saat Beraktivitas di Luar Rumah
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengimbau warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menyusul kualitas udara di kota itu berada pada rentang 67–93 AQI/ISPU.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membuat kualitas udara di kota itu berada di angka 67–93 AQI/ISPU. Kondisi tersebut masuk kategori sedang hingga kurang sehat dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.

PADANG PANJANG — Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, meminta warganya tidak lengah terhadap kabut asap yang menyelimuti wilayahnya. Berdasarkan pemantauan, indeks kualitas udara di kota berjuluk Serambi Mekah itu berada pada rentang 67–93 AQI/ISPU atau masuk kategori sedang hingga tidak sehat.

Hendri Arnis mengingatkan warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk segera memakai masker. Imbauan ini menyusul potensi gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat paparan polusi udara dalam durasi panjang.

Kelompok Rentan Paling Berisiko Terdampak

Wali kota secara khusus menyoroti anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan riwayat sensitivitas gangguan pernapasan. Mereka diminta lebih disiplin melindungi diri.

"Terutama kepada kelompok rentan terhadap dampak polusi udara, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan. Selain menggunakan masker, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mencukupi waktu istirahat," jelas dia.

Waspadai Gejala Gangguan Kesehatan Ini

Hendri Arnis meminta warga tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah jika udara mulai terasa tidak nyaman. Beberapa gejala seperti batuk, tenggorokan perih, mata berair, sakit kepala, hingga sesak napas perlu diwaspadai.

"Jika keluhan semakin berat, masyarakat diminta segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan," jelas dia.

Pemantauan Kualitas Udara Terus Dilakukan

Pemerintah kota mengajak masyarakat memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal informasi resmi pemerintah dan instansi terkait. Langkah pencegahan dinilai penting untuk menekan risiko dampak polusi selama kondisi udara belum pulih.

Menurut Hendri Arnis, kewaspadaan menjadi kunci menghadapi situasi ini. Warga tidak perlu panik, tetapi juga tidak boleh mengabaikan imbauan yang telah disampaikan.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks