Pencarian

Lionfish Extermination Corp. Viral, Berburu Ikan Lepu di Florida

Kamis, 17 September 2026 • 14:04:31 WIB
Lionfish Extermination Corp. Viral, Berburu Ikan Lepu di Florida

SUMATERA BARAT — Organisasi nirlaba Lionfish Extermination Corp. yang dipimpin Nate Sorensen viral di media sosial karena memburu ikan lepu, spesies invasif yang mengancam terumbu karang Florida. Konten penyelaman Sorensen di Instagram, TikTok, dan YouTube telah mengumpulkan 2,5 juta pengikut. Misi ini menyoroti bagaimana konten digital bisa mendorong upaya konservasi laut.

Ikan lepu pertama kali terdeteksi di perairan Florida pada 1980-an, kemungkinan lepas dari akuarium. Populasi ikan lepu merah meledak dalam 15 tahun terakhir. Ikan ini mampu berkembang biak setiap empat hari, dan betinanya dapat melepaskan hingga 2 juta telur dalam setahun.

Mengapa Ikan Lepu Menjadi Ancaman Serius

Tanpa predator alami di Florida, nafsu makan ikan lepu tidak terkendali. Ikan ini memangsa sekitar 70 spesies ikan kecil dan invertebrata, termasuk spesies komersial dan penjaga kesehatan karang. Sorensen memperkirakan seekor ikan lepu bisa makan 10 ikan sehari. Ia pernah menemukan 75 ekor ikan di dalam perut satu ikan lepu.

"Terumbu karangnya pada akhirnya akan hancur," ujar Sorensen. Ia menegaskan ikan lepu adalah predator nomor satu di terumbu karang dan seharusnya tidak berada di sana.

Dari Hobi Menjadi Misi Konservasi

Sorensen mulai berburu ikan lepu di Pantai Boynton, dekat rumahnya. Awalnya hanya hobi, seperti penyelam lokal lain yang didorong pemerintah untuk menyingkirkan ikan ini. Hanya tombak yang diizinkan, sehingga penyelam harus menyisir terumbu karang satu per satu.

Saat lockdown Covid, Sorensen membeli kapal kecil dan skuter bawah air. Bersama istrinya yang instruktur scuba, ia mendirikan Lionfish Extermination Corp. Organisasi ini menghimpun donasi, menjual cendera mata, dan menjual ikan lepu ke restoran untuk mendanai operasi. Bersama kapten Alex Borsutzky, ia mampu membawa sekitar 45 kilogram ikan lepu setiap hari.

Konten Edukasi di Balik Aksi Berburu

Sorensen mulai mengunggah rekaman penyelamannya pada 2018. Awalnya tidak populer. Setelah teknik pengambilan gambar membaik dan ia menambahkan narasi edukatif, audiensnya tumbuh di Instagram, lalu TikTok, Facebook, dan YouTube.

"Bahkan orang-orang yang mudah geli, yang tidak tega melihat hewan dibasmi dan ditombak, mulai menyukainya karena mereka tahu kami sedang melindungi semua ikan lokal," kata Sorensen. Kini Lionfish Extermination Corp. memiliki 2,5 juta pengikut dan terus bertambah.

Selain aksi pembasmian, Sorensen membagikan informasi edukatif dan membersihkan sampah dari aktivitas penangkapan ikan. Audiens juga menyukai tayangan keindahan terumbu karang Florida.

Risiko dan Tantangan di Laut

Di balik konten viral, Sorensen menjalani hari-hari dengan 16 jam menyelam. Pekerjaan ini berat dan berbahaya. Ikan lepu memiliki 18 duri berlapis racun yang bisa menyebabkan rasa sakit luar biasa, bahkan kelumpuhan.

Sorensen pernah merasakan efek neurotoksin, yang terburuk saat kelingkingnya tertusuk. "Benar-benar seperti di neraka. Rasanya seperti jari Anda dihancurkan dengan palu," ujarnya. Meski demikian, ia terus kembali ke laut. "Karena tidak ada predator lain, kitalah yang harus bertindak," jelasnya.

Upaya Menahan Laju Penyebaran

NOAA memprediksi populasi ikan lepu akan terus bertambah, tetapi situasinya tidak tanpa harapan. Studi lebih dari satu dekade lalu menemukan pemberantasan total tidak diperlukan untuk pemulihan spesies asli. Yang dibutuhkan hanya pengurangan kepadatan ikan lepu.

Saat ini tidak ada batasan tangkapan harian, musim berburu sepanjang tahun, dan penyelam rekreasi tidak memerlukan lisensi. Penyelam komersial memerlukan lisensi, dan negara bagian mendukung bisnis perikanan yang memasok ikan lepu ke restoran, diolah menjadi sushi hingga taco.

Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida (FWC) memperkirakan lebih dari 1 juta ikan lepu ditangkap sejak 2010 oleh gabungan amatir dan profesional. Sorensen memperingatkan calon pemburu agar tidak mencoba tanpa peralatan tepat. "Jika Anda menombak satu dan tak punya cara melepaskannya dari tombak, jangan memburu. Ini bukan main-main. Ikan ini sangat berbahaya," cetusnya.

Spesies ini terlalu tangguh sehingga diperkirakan sulit diberantas sepenuhnya. Kisah Sorensen menunjukkan bagaimana konten digital bisa menjadi alat kampanye lingkungan yang efektif, sekaligus mendorong kesadaran publik terhadap ancaman spesies invasif di perairan Florida.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks