Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengucurkan dana transfer ke daerah (TKD) senilai Rp59,85 miliar untuk membangun serta merehabilitasi jalan dan jembatan di sejumlah kecamatan. Anggaran senilai Rp59.856.698.732 itu mencakup empat paket pekerjaan jalan dan enam paket jembatan yang tengah dikebut penyelesaiannya.
SIMAPANG EMPAT — Sejumlah ruas jalan strategis yang selama ini dikeluhkan warga akibat rusak kini masuk daftar prioritas perbaikan. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat, Bambang Sumarsono, menyebut proyek ini didanai penuh dari transfer ke daerah.
"Anggaran itu merupakan angkatan dari transfer ke daerah (TKD). Saat ini ada yang masih dalam pelaksanaan pekerjaan selesai dan terkontrak," kata Bambang di Simpang Empat, Rabu.
Rincian Anggaran: Rp46,1 Miliar untuk Jalan, Rp13,7 Miliar untuk Jembatan
Dari total pagu tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk pengerjaan jalan senilai Rp46.127.026.570 yang tersebar dalam empat paket. Adapun enam paket pekerjaan jembatan diganjar anggaran mencapai Rp13.729.672.162.
Bambang menuturkan progres pengerjaan bervariasi. Sebagian proyek telah rampung, sebagian lain baru memasuki tahap kontrak, dan tidak sedikit yang masih dalam proses pencairan.
"Upaya percepatan terus kita lakukan. Dari pekerjaan yang sedang dikerjakan sudah ada yang selesai, mulai terkontrak dan selesai dalam tahap pencairan," ujarnya.
Jalan Mana Saja yang Diperbaiki?
Sejumlah ruas jalan yang masuk program rehabilitasi dan rekonstruksi periode ini antara lain Simpang Sayur-Sikabau, Wonosari-Mandiangin di Lubuk Puta, Aek Nabirong-Trans Air Nabirong, serta MAN Kajai-Simpang Timbo Abu.
Perbaikan infrastruktur ini dinilai krusial bagi perekonomian masyarakat. Akses transportasi yang lancar disebut bakal memudahkan petani membawa hasil pertanian dan perkebunan keluar daerah.
"Jalan dan jembatan itu sangat penting artinya bagi masyarakat. Selain memperlancar akses transportasi juga akan memudahkan masyarakat membawa hasil pertanian dan perkebunan keluar daerah," jelas Bambang.
Jembatan Baru dan Rehabilitasi Jadi Prioritas
Untuk sektor jembatan, sejumlah titik dikerjakan meliputi pembangunan Jembatan Batang Lampang, Jembatan Besi Ruas Banjar Kapar-Sikabau, Jembatan Koja di ruas Durian Kilangan-Koja, serta Jembatan Ruas Silaping-Aek Nabirong.
Tidak hanya membangun yang baru, pemerintah daerah juga merehabilitasi Jembatan Anak Aia Tayo di Jalan Kapalo Kambiang dan Jembatan Gantung Sikabau yang selama ini menjadi akses utama warga.
Mengapa Kejaksaan Ikut Mengawal Proyek Ini?
Pelaksanaan pembangunan infrastruktur kali ini tidak berjalan sendiri. Dinas PUPR Pasaman Barat menggandeng Kejaksaan Negeri setempat untuk mendampingi dan mengawal jalannya proyek.
Pendampingan tersebut bertujuan memastikan kepatuhan pelaksanaan pekerjaan di lapangan serta mencegah potensi penyimpangan sejak dini.
"Kegiatan pembangunan dan jembatan itu juga didampingi dan dikawal dari Kejaksaan Negeri Pasaman Barat dalam upaya percepatan dan kepatuhan pelaksanaan dalam bekerja," kata Bambang.
Target Selesai dalam Dua Bulan
Pihak kontraktor pelaksana kini diingatkan untuk bekerja sesuai spesifikasi yang tertuang dalam dokumen kontrak. Hal ini menjadi pegangan utama agar hasil pengerjaan tidak melenceng dari perencanaan.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh paket pekerjaan infrastruktur ini rampung dalam waktu dekat.
"Kita menargetkan dalam waktu dua bulan ini pembangunan jalan dan jembatan ini selesai dilaksanakan," harap Bambang.