Pencarian

Semen Padang Gagal Menang di Menit 89, Nil Maizar: Hasil Imbang Ini Seperti Kalah

Senin, 21 September 2026 • 09:01:01 WIB
Semen Padang Gagal Menang di Menit 89, Nil Maizar: Hasil Imbang Ini Seperti Kalah
Pemain Semen Padang FC berusaha melewati pemain PSIS Semarang dalam laga pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

PADANGSemen Padang FC membuang peluang meraih tiga poin pertama setelah PSIS Semarang menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-89. Laga pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027 yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026) malam itu berjalan sesuai skenario tim Kabau Sirah hingga penghujung pertandingan.

Igor Cukovic membawa Semen Padang unggul lebih dulu pada menit kedelapan. Gelandang asal Kroasia itu memanfaatkan umpan silang Stefano Lilipaly dan menaklukkan kiper PSIS.

Keunggulan satu gol bertahan hampir sepanjang laga. Petaka datang menjelang waktu normal berakhir.

Gol Hari Nur dari Luar Kotak Penalti

Hari Nur melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-89. Bola gagal dihentikan penjaga gawang muda Semen Padang, Ikram Al Ghiffari.

Gol tersebut mengubah peta pertandingan. Semen Padang yang tinggal beberapa menit lagi meraih kemenangan harus menerima hasil imbang.

Nil Maizar: Hasil Ini Seperti Kalah

Pelatih Semen Padang FC, Nil Maizar, mengakui hasil imbang tersebut mengecewakan. Timnya menargetkan tiga poin dari pertandingan melawan PSIS.

"Yang pertama, kekuatan kedua tim memang berimbang. Tinggal taktikal saja, tapi memang, hasil ini seperti kalah, bukan menang. Kalau seri, kami hanya mendapatkan satu poin. Kalau menang, tentu kami mendapatkan tiga poin," ucap Nil Maizar dalam sesi konferensi pers usai laga.

Nil menilai gol penyama kedudukan lahir akibat pemain Semen Padang kehilangan konsentrasi dalam mengawal pemain lawan. Situasi itu menjadi bahan evaluasi penting sebelum tim menghadapi pertandingan berikutnya.

"Namun, saya tetap mengapresiasi pemain. Mereka pemain-pemain luar biasa, hanya saja tadi ada kelengahan. Kami tidak menjaga pemain lawan dengan baik. Kalau pemain itu dijaga, saya pikir dia tidak bisa mencetak gol. Nah, itu yang nanti akan kami evaluasi," lanjut Nil Maizar.

Pertahanan Jadi Fokus Evaluasi

Pelatih asal Sumatera Barat itu menjelaskan bahwa sepak bola memiliki tiga aspek utama yang harus berjalan baik, yakni menyerang, bertahan, dan transisi. Melawan PSIS, aspek pertahanan menjadi bagian yang paling perlu diperbaiki.

"Iya, tetap kami evaluasi. Karena sepak bola itu ada tiga hal, yaitu menyerang, bertahan, dan transisi. Tadi kami lengah ketika bertahan. Tidak ada penjagaan. Nah, itu yang akan kami evaluasi. Dalam sepak bola, tidak boleh satu detik saja kita kehilangan penjagaan, karena bola bisa masuk," tegasnya.

Ikram Al Ghiffari Dipuji, Diminta Tetap Membumi

Meski gagal meraih kemenangan, Nil tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang berjuang sepanjang pertandingan. Ia memberi perhatian khusus terhadap penampilan Ikram Al Ghiffari yang beberapa kali menggagalkan peluang PSIS.

"Ikram anak muda, masih muda. Tahun 2006, kalau tidak salah saya. Performanya cukup bagus," ujar Nil.

Nil berharap perkembangan Ikram tidak membuat penjaga gawang muda tersebut cepat berpuas diri. Ia meminta Ikram tetap rendah hati agar terus berkembang dan memiliki masa depan baik di dunia sepak bola.

"Pesan saya cuma satu, dia harus tetap membumi. Kalau dia tetap membumi, dua atau tiga tahun ke depan dia bisa menjadi salah satu bintang sepak bola, khususnya penjaga gawang," katanya.

Hasil imbang ini membuat Semen Padang mengumpulkan satu poin dari laga melawan PSIS. Evaluasi pertahanan menjadi pekerjaan rumah utama Nil Maizar sebelum tim kembali berlaga pada pekan berikutnya.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbartime.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks