Pencarian

Pemkot Padang Gelar Padang Adat Festival, Ratik Tolak Bala di Kuranji Jadi Daya Tarik Utama

Senin, 21 September 2026 • 14:42:31 WIB
Pemkot Padang Gelar Padang Adat Festival, Ratik Tolak Bala di Kuranji Jadi Daya Tarik Utama
Warga menyembelih kerbau dalam rangkaian tradisi Ratik Tolak Bala di Guo, Kuranji, Kota Padang.

Dinas Pariwisata Kota Padang menggelar Padang Adat Festival sebagai upaya melestarikan tradisi lokal yang masih hidup di tengah masyarakat. Kegiatan itu menampilkan Ratik Tolak Bala, tradisi warga Kecamatan Kuranji yang digelar di Guo pada 20 September 2026. Festival ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan dan diusulkan masuk kalender kegiatan Kota Padang.

PADANG — Dinas Pariwisata Kota Padang menggelar Padang Adat Festival untuk memperkenalkan kembali warisan budaya yang masih berkembang di tengah masyarakat. Festival ini menjadi ruang bagi tradisi tiap kecamatan agar tetap terjaga dan diwariskan ke generasi berikutnya. Salah satu yang ditampilkan adalah Ratik Tolak Bala, tradisi masyarakat Kecamatan Kuranji.

Ratik Tolak Bala Digelar di Guo, Kuranji

Ratik Tolak Bala dilaksanakan di Guo, Kuranji, Kota Padang, pada 20 September 2026. Tradisi ini berisi doa bersama dan permohonan perlindungan dari berbagai musibah. Rangkaiannya tidak hanya doa, tetapi juga mencakup kegiatan masyarakat yang dilaksanakan dalam beberapa tahapan.

Warga menyembelih kerbau, lalu memasaknya menjadi gulai kalio daging untuk disantap bersama. Prosesi itu menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian tradisi Ratik Tolak Bala.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Padang Ashari Hidayat menyebut festival ini sebagai sarana memperkenalkan kembali warisan budaya yang masih hidup. "Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kembali warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat, sekaligus memastikan tradisi tersebut tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," kata Ashari di Padang.

Inventarisasi Tradisi: Limau Baronggeh hingga Tolak Bala Pantai Air Manis

Dispar Kota Padang mendata berbagai tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat. Sebagian di antaranya belum banyak diketahui warga luas. Pendataan ini menjadi langkah awal sebelum festival digelar lebih besar.

Salah satu tradisi yang telah diidentifikasi adalah Limau Baronggeh di Kecamatan Bungus. Tradisi itu memiliki kemiripan dengan Tolak Bala, tetapi prosesi kebudayaannya berbeda. Ada pula tradisi Tolak Bala di kawasan Pantai Air Manis yang menjadi bagian kekayaan tradisi Kota Padang.

Menurut Ashari, setiap wilayah Kota Padang memiliki kekhasan budaya yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan. Karena itu, Padang Adat Festival diarahkan menjadi agenda rutin setiap tahun.

Diusulkan Masuk Kalender Kegiatan Kota Padang

Pemerintah kota akan mengupayakan agar Padang Adat Festival masuk dalam kalender kegiatan Kota Padang. Dengan begitu, pelaksanaannya dapat terus berlanjut setiap tahun.

"Tradisi seperti ini perlu diberi ruang untuk terus tampil setiap tahun. Karena itu kami akan mengupayakan agar kegiatan ini dapat menjadi bagian dari agenda Kota Padang," ujar Ashari.

Pelestarian budaya juga perlu diikuti pengemasan kegiatan yang menarik dan strategi promosi lebih luas. Kota Padang tengah mengembangkan potensi gastronomi sebagai bagian dari daya tarik pariwisata. Festival adat dinilai bisa berjalan seiring dengan penguatan sektor kuliner daerah.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks