Akses jalan nasional dan jalan provinsi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mulai dibuka secara bertahap setelah banjir bandang melanda kawasan itu pada Senin malam (21/9/2022). Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan jalur tersebut sudah bisa dilewati kendaraan pada Selasa pagi berkat koordinasi lintas instansi. Data sementara mencatat 100 hingga 150 rumah terdampak dengan total warga terdampak diperkirakan mencapai 300 jiwa.
SOLOK — Pemprov Sumatera Barat bersama Pemkab Solok, unsur Forkopimda, hingga balai teknis bergerak membersihkan jalur transportasi yang tertimbun material banjir. Prioritas penanganan darurat diarahkan pada warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasar mereka.
Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada Senin malam (21/9/2022) memutus sejumlah titik jalan sehingga sempat mengisolasi permukiman warga. Pembersihan jalur dilakukan bertahap agar kendaraan bisa melintas kembali.
Dua Korban Jiwa, Satu Masih Dicari
Bencana ini menelan dua korban jiwa. Satu korban atas nama Daffi Arrahman (21), warga Kayu Aro Aia Baliang, sudah ditemukan. Korban lainnya masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan yang diperkirakan berjumlah 600 orang lebih.
Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dialihfungsikan menjadi posko pengungsian sementara dan menampung sekitar 50 warga. Sebagian warga terdampak lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga yang tidak terkena banjir.
12 Kantor Dinas Rusak Berat, Pelayanan Terancam
Banjir bandang juga melumpuhkan sebagian fasilitas pemerintahan. Mahyeldi mengungkapkan ada 12 kantor dinas di lingkungan Pemkab Solok yang mengalami rusak berat, di antaranya Kantor Dinas Kesehatan serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).
"Ada 12 kantor dinas yang rusak berat dan berpotensi mengganggu pelayanan. Kami sedang mencarikan solusi sementara agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti," tuturnya.
Pemprov Sumbar telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya untuk dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi dari pemerintah pusat. Pemprov bersama BNPB, Basarnas, dan Bappeda juga menerjunkan tim untuk mengevaluasi kelayakan kawasan perkantoran serta memetakan kondisi hulu di kaki Gunung Talang.
Anggaran Darurat dan Peringatan Cuaca
Penanganan infrastruktur mendesak seperti perbaikan sayap jembatan dan pembersihan saluran air akan difokuskan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Bantuan logistik dari Pemprov Sumbar dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah disalurkan langsung kepada warga terdampak.
Mahyeldi mengingatkan warga tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi curah hujan tinggi masih berpeluang terjadi berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).