PARIAMAN — Akses jalan menuju Komplek MAN Kota Pariaman disebut telah belasan tahun kurang mendapat perhatian. Jalur itu menjadi rute harian siswa, guru, tenaga kependidikan, dan warga sekitar. Muhajir menegaskan pengaspalan jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.
"Akses jalan menuju MAN Kota Pariaman salah satu infrastruktur yang mesti diperhatikan," jelas Muhajir Muslim dalam blog pribadinya, dikutip Selasa (22/9/2026).
Atap SMPN 6 Pariaman Butuh Perbaikan
Selain jalan, kondisi atap SMP Negeri 6 Pariaman juga masuk sorotan. Bagian bangunan itu membutuhkan perbaikan karena bersentuhan langsung dengan keamanan dan kenyamanan proses belajar-mengajar. Muhajir menilai sekolah semestinya menjadi tempat anak mengejar masa depan, bukan ruang yang fasilitas dasarnya luput dari perhatian.
Dua persoalan itu ia angkat sepanjang tahun pertama masa jabatannya sebagai Ketua DPRD Kota Pariaman pada 2025. Bagi Muhajir, pengaspalan jalan menuju sekolah menyangkut akses menuju ruang pendidikan yang setiap hari menjadi tumpuan generasi muda.
Pemetaan Minat dan Bakat Siswa di Dua Kecamatan
Muhajir tidak ingin persoalan pendidikan berhenti pada aspal dan bangunan. Pada 2025 dilakukan pemetaan minat dan bakat siswa di Kecamatan Pariaman Timur dan Pariaman Selatan bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman.
Langkah itu diambil karena tidak semua anak menonjol di ruang kelas. Ada yang bersinar di olahraga, seni, teknologi, hingga kepemimpinan. Tanpa pemetaan, potensi tersebut bisa lewat begitu saja tanpa pernah tergali.
Anak yang seharusnya mendapat ruang berkembang berisiko kehilangan arah. Penyebabnya, ukuran keberhasilan terlalu lama dipersempit hanya pada nilai akademik.
Membenahi Pendidikan dari Dua Sisi Sekaligus
Muhajir melihat pembenahan pendidikan perlu dilakukan dari dua arah sekaligus. Infrastruktur sekolah harus layak, sementara potensi siswa harus ditemukan sejak awal. Jalan yang baik memudahkan anak menuju sekolah, bangunan yang aman menciptakan lingkungan belajar lebih nyaman, sedangkan pemetaan bakat memberi gambaran bagi sekolah, orang tua, dan pemerintah.
Dari jalan yang disebut belasan tahun kurang diperhatikan hingga bakat siswa yang mulai dipetakan, agenda pendidikan Pariaman memperlihatkan satu hal. Persoalan terbesar bukan hanya bagaimana anak bersekolah, tetapi memastikan mereka tidak kehilangan kesempatan menjadi sosok yang sebenarnya mampu mereka capai.