Pekan Kebudayaan Daerah Saraso Fest 2026 menampilkan empat pertunjukan seni dari berbagai kabupaten dan kota pada hari kedua, Selasa (29/9/2026). Penampil berasal dari Pasaman, Tanah Datar, Bukittinggi, dan Padang, sementara jadwal Kabupaten Kepulauan Mentawai diundur karena rombongan baru tiba menggunakan kapal dari Pulau Siberut.
PADANG — Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni Budaya UPTD Taman Budaya Sumatera Barat Ade Efdira menyebut perubahan jadwal itu terjadi karena penampil dari Kepulauan Mentawai belum tiba saat acara dimulai.
"Sebenarnya ada penampil dari Kabupaten Kepulauan Mentawai malam ini, tapi kita undur menjadi besok karena mereka baru tiba malam menggunakan kapal dari Pulau Siberut," kata Ade di Padang, Selasa.
Empat grup yang tampil malam itu mewakili empat daerah berbeda dengan disiplin seni yang beragam, dari musik tradisi hingga komposisi elektronik.
D'Natural Music Buka Rangkaian Penampilan
Sesuai jadwal, penampilan pertama dibuka oleh D'Natural Music. Grup ini menjadi pembuka sebelum rangkaian kesenian daerah lain naik panggung.
Setelahnya, Grup Gondang Baroguang Mandeh Saiyo dari Kabupaten Pasaman membawakan kesenian Gondang Boroguang. Pertunjukan itu memadukan musik dan irama tradisional yang menggambarkan karakter masyarakat Minangkabau.
Menurut Ade, Gondang Boroguang juga berfungsi mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga.
Tari Mulo Pado dan Teater Ronggiang dari Tanah Datar serta Bukittinggi
Sanggar Mulo Pado dari Kabupaten Tanah Datar menampilkan Tari Mulo Pado dan Saluang Klasik. Tarian ini menyorot aktivitas serta interaksi sosial masyarakat sehari-hari.
"Tarian ekspresif ini merefleksikan aktivitas dan interaksi sosial masyarakat sehari-hari dengan menekankan nilai gotong royong dan adat," ujar Ade.
Dari Bukittinggi, Teater Balai membawakan pertunjukan bertajuk "Physical of Ronggiang" garapan seniman Ahmad Ridwan Fadjri. Karya itu mengangkat elemen gerak dan tubuh dalam tradisi ronggeng atau ronggiang Minangkabau.
Komposisi Saluang Pauh Dimas Hidayatullah Tutup Malam Kedua
Penampilan terakhir datang dari komposer Dimas Hidayatullah dengan karya berjudul "Pauh in Resonance". Komposisi bergenre World Electronic Music ini mengolah repertoar Saluang Pauh "Pado-Pado".
Identitas melodi Saluang Pauh dieksplorasi secara digital melalui teknik sampling, looping, delay, reverb, dan filtering. Pendekatan itu dipakai untuk memperluas ruang ekspresi musikal atas repertoar tradisi.
Penampilan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang diundur akan digelar pada hari berikutnya Saraso Fest 2026.