SUMATERA BARAT — Aplikasi agen AI Meta, Muse, resmi memperluas dukungan ke iPad setelah beberapa pekan menduduki posisi puncak sebagai aplikasi gratis nomor satu di App Store Amerika Serikat. Pembaruan ini juga menghadirkan sejumlah konektor baru untuk kebutuhan bisnis kecil dan produktivitas harian. Langkah tersebut memperkuat posisi Meta di pasar aplikasi AI agen yang semakin padat.
Meta merilis versi iPad dari aplikasi Muse melalui pembaruan terbaru di App Store. Perluasan platform ini menyusul capaian Muse yang bertahan sebagai aplikasi gratis peringkat pertama di iPhone App Store Amerika Serikat selama beberapa pekan terakhir.
Muse pertama kali diluncurkan untuk iPhone pada September, lalu Meta menambahkan versi Mac hanya beberapa hari setelahnya. Kini giliran iPad yang mendapat dukungan resmi, melengkapi ekosistem perangkat Apple yang sudah dijangkau aplikasi ini.
Apa Itu Muse dan Posisinya di Pasar AI Agen
Muse merupakan alat AI agen proaktif milik Meta yang sebagian besar fiturnya dapat digunakan secara gratis. Aplikasi ini bersaing langsung dengan sejumlah produk serupa seperti Grok Bot, ChatGPT Dots, dan OpenClaw.
Berbeda dari chatbot konvensional yang menunggu perintah, Muse dirancang untuk menjalankan tugas secara mandiri berdasarkan tujuan yang diberikan pengguna. Pendekatan agentic ini menjadi pembeda utama di tengah persaingan aplikasi AI yang kian ketat.
Fitur Baru untuk Pelaku Usaha Kecil
Pembaruan terbaru membawa serangkaian konektor yang menyasar pemilik bisnis kecil. Pengguna dapat menghubungkan alat yang sudah mereka pakai sehari-hari, termasuk Asana, Canva, Dropbox, Figma, QuickBooks, GitHub, Klaviyo, Zoom, dan akun iklan Meta.
Selain itu, Muse dapat diberi target bisnis tertentu dan diminta menyelesaikannya. Mulai dari merencanakan konten pemasaran, menyusun pitch untuk klien, hingga membuat halaman produk baru. Seluruh eksekusi tetap memerlukan persetujuan pengguna sebelum dijalankan.
Konektor Tambahan untuk Tugas Harian
Meta juga menambah konektor untuk aplikasi produktivitas sehari-hari seperti Granola dan Notion. Dukungan ini memperluas cakupan integrasi Muse di luar kebutuhan bisnis murni, mencakup pencatatan rapat dan manajemen catatan.
Dengan tambahan tersebut, Muse tidak lagi sekadar alat AI agen umum, melainkan mencoba masuk ke alur kerja spesifik pengguna. Strategi ini sejalan dengan tren aplikasi AI yang berlomba menjadi lapisan penghubung antar-layanan digital.
Ketersediaan dan Harga
Muse untuk iPhone dan iPad tersedia gratis di App Store. Pengguna tidak perlu berlangganan untuk mengakses fitur dasar aplikasi ini.
Ketersediaan versi iPad membuka peluang penggunaan Muse pada layar lebih luas, cocok untuk pekerjaan yang melibatkan banyak dokumen atau perencanaan konten visual. Meta belum mengumumkan rencana ekspansi ke platform lain seperti Android atau web.
Perluasan ke iPad menegaskan fokus Meta memperkuat ekosistem Apple terlebih dahulu sebelum menyasar perangkat lain. Bagi pengguna Indonesia, ketersediaan global aplikasi ini di App Store menjadi sinyal bahwa kehadiran resmi di pasar lokal tinggal menunggu waktu.