SUMATERA BARAT — OpenAI menarik Sora dari App Store pada Maret lalu, hanya beberapa bulan setelah peluncurannya yang sempat menjadi fenomena. Keputusan ini bukan karena kurangnya minat, melainkan karena biaya operasional yang membengkak. Layanan video generatif ini sangat boros sumber daya komputasi, sementara OpenAI memberikannya secara gratis kepada pengguna.
Alih-alih terus menguras kantong, OpenAI memilih untuk memfokuskan sumber daya pada produk unggulannya, ChatGPT dan Codex. Codex, khususnya, dirancang untuk meningkatkan produktivitas pengguna dan terintegrasi dengan paket berbayar, menjadikannya lini bisnis yang lebih berkelanjutan bagi perusahaan yang didukung Microsoft tersebut.
Dua Nama Baru yang Memanfaatkan Kekosongan Pasar Video AI
Dengan hengkangnya Sora, celah di pasar aplikasi video AI langsung diisi oleh pemain lain. Kling AI, yang sudah tiga bulan berada di App Store, kini melesat ke peringkat kelima aplikasi gratis terpopuler. Aplikasi ini juga memuncaki kategori Graphics & Design, dengan daya tarik utama kemampuannya menghasilkan video beresolusi 4K.
Bersaing ketat di peringkat keenam adalah AI Video buatan HUBX, sebuah studio yang telah melahirkan 15 aplikasi berbasis AI. AI Video unggul di kategori Photo & Video dengan menduduki posisi pertama. Kedua aplikasi ini menawarkan fokus yang jelas: mengubah teks atau gambar menjadi video, tanpa perlu bersaing dengan fitur chatbot yang membingungkan.
Fenomena Sesaat atau Awal dari Tren Baru?
Dominasi Kling AI dan AI Video di App Store menunjukkan bahwa pengguna iPhone mulai mencari alat yang lebih khusus untuk membuat konten viral. Sebelumnya, fitur pembuatan video hanya menjadi salah satu dari sekian banyak kemampuan dalam aplikasi chatbot raksasa seperti Gemini milik Google atau Grok milik xAI.
Saat ini, aplikasi-aplikasi dari perusahaan besar seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta masih menguasai posisi puncak App Store secara keseluruhan. Namun, keberhasilan dua aplikasi spesifik ini menandai momen baru di mana perhatian pengguna beralih pada kegunaan praktis, bukan sekadar gengsi teknologi. Apakah ini hanya demam sesaat atau awal dari era baru aplikasi kreatif berbasis AI, waktu yang akan menjawab.
Apa yang Membuat Aplikasi Video AI Ini Berbeda?
Kling AI dan AI Video bersaing dengan pendekatan yang berbeda. Kling AI mengandalkan kualitas output 4K sebagai nilai jual utama, menyasar pengguna yang membutuhkan hasil profesional. Sementara itu, AI Video dari HUBX secara eksplisit menargetkan pengguna yang ingin membuat video viral, dengan fokus pada kemudahan dan kecepatan produksi.
Perbedaan ini penting karena menunjukkan bahwa pasar aplikasi AI tidak lagi satu dimensi. Pengguna mulai bisa memilih alat berdasarkan kebutuhan spesifik, bukan hanya berdasarkan nama besar perusahaan pengembangnya.