Pencarian

Bulog Serap 4,11 Juta Ton Beras Petani, Lampaui Target 4 Juta Ton

Jumat, 09 Oktober 2026 • 11:35:01 WIB
Bulog Serap 4,11 Juta Ton Beras Petani, Lampaui Target 4 Juta Ton
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan capaian serapan beras dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

SUMATERA BARAT — Perum Bulog mencatat serapan beras hasil panen dalam negeri menembus 4,11 juta ton hingga 10 Oktober 2026, melampaui target 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah. Capaian ini disebut sebagai indikasi awal tercapainya swasembada pangan berkelanjutan di era Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan capaian pengadaan beras tersebut dalam konferensi pers di Kantor Bulog, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Menurut dia, angka serapan bergerak cepat dalam sepekan terakhir — dari 4 juta ton pada akhir September menjadi 4,11 juta ton per 10 Oktober.

Rizal menyebut lonjakan ini sebagai sejarah baru bagi perusahaan pelat merah tersebut. Bukan hanya dari sisi serapan, stok beras yang kini tersimpan di gudang Bulog juga tercatat paling tinggi sepanjang berdirinya lembaga itu.

Stok Beras Tembus 4,5 Juta Ton

Hingga hari yang sama, stok beras di Bulog mencapai 4,5 juta ton. Angka itu memberi ruang fiskal bagi pemerintah untuk menahan gejolak harga di pasar, terutama menjelang periode permintaan tinggi.

Rizal menilai capaian serapan 4 juta ton lebih ini bukan sekadar angka administratif. Ia menyebutnya sebagai salah satu indikator tercapainya swasembada pangan berkelanjutan yang menjadi program prioritas pemerintahan Prabowo.

"Ini adalah bagian daripada kado 2 tahun pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Yang mana dengan 4 juta ton capaian serapan Perum Bulog ini adalah indikasi, salah satu indikasi tercapainya swasembada pangan berkelanjutan," kata Rizal.

Sinergi Pemerintah, TNI-Polri, dan Petani

Keberhasilan pengadaan beras tidak lepas dari kolaborasi lintas institusi. Rizal menyebut pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga petani di seluruh Indonesia terlibat sejak masa panen hingga penyerapan gabah dan beras di berbagai sentra produksi.

Pola kerja itu, menurut dia, menjadi kunci percepatan serapan di lapangan. Bulog tidak bekerja sendiri, melainkan bergandeng tangan dengan aparat dan jaringan penyuluh pertanian untuk memastikan gabah petani terserap dengan harga yang layak.

"Itu semua berkat kerja bersama, kerja keras bersama, dan sinergi yang luar biasa. Semua akan bisa tercapai apabila kita bersatu, bergandeng tangan demi terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan," terangnya.

Arti Capaian bagi Petani dan Pasar

Bagi petani, serapan sebesar ini berarti kepastian pembeli di musim panen. Ketika Bulog menyerap gabah dalam volume besar, harga di tingkat petani cenderung lebih stabil dan tidak jatuh akibat oversupply lokal.

Bagi konsumen, stok 4,5 juta ton menjadi bantalan ketika pasokan pasar menipis. Pemerintah punya ruang untuk menggelar operasi pasar atau menyalurkan beras cadangan tanpa harus bergantung pada impor dalam waktu dekat.

Angka 4,11 juta ton ini juga menjadi pembanding penting dibanding periode yang sama tahun-tahun sebelumnya, ketika serapan Bulog kerap tertinggal dari target karena berbagai kendala, mulai dari cuaca hingga keterbatasan infrastruktur gudang.

Capaian ini menempatkan Bulog pada posisi berbeda dari biasanya: bukan sekadar penyerap cadangan, tetapi aktor utama yang menopang narasi swasembada pangan pemerintah. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi serapan hingga akhir tahun, ketika musim panen mulai bergeser ke wilayah dengan produktivitas lebih rendah.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks