Pencarian

DMAS Tebar Dividen Interim Rp1,4 Triliun, Yield 13,94 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 • 09:05:31 WIB
DMAS Tebar Dividen Interim Rp1,4 Triliun, Yield 13,94 Persen
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menetapkan dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp29 per saham atau total Rp1,40 triliun.

SUMATERA BARAT — PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menyiapkan dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp29 per saham atau total Rp1,40 triliun. Pembagian dividen mengekor lonjakan laba bersih perseroan hingga September 2026 yang mencapai Rp1,49 triliun, tumbuh 183,81 persen secara tahunan. Pada harga Rp208 per saham, dividen interim DMAS mencerminkan dividend yield 13,94 persen.

Paragraf pembuka: Keputusan pembagian dividen interim DMAS sejalan dengan kinerja sembilan bulan pertama 2026. Laba bersih Rp1,49 triliun yang dibukukan perseroan membuat dividen Rp29 per saham setara dengan dividend payout ratio 93,81 persen dari laba periode tersebut. Artinya, hampir seluruh laba 9M26 dibagikan kepada pemegang saham lebih awal.

Jadwal Cum Date dan Pembayaran

DMAS menetapkan cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 28 Oktober 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung 13 November 2026. Pemegang saham yang tercatat hingga tanggal tersebut berhak menerima pembagian.

Yield 13,94 persen terhitung dari harga penutupan DMAS di level Rp208 per saham pada perdagangan Rabu (21/10). Angka itu menempatkan dividen interim DMAS di antara yang paling gemuk di bursa domestik saat ini.

IPCC: Volume Naik, Pendapatan Justru Turun

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat trafik kargo konsolidasi 1,37 juta unit hingga September 2026. Volume itu naik 19,57 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, seiring bertambahnya kunjungan kapal menjadi 2.958 atau tumbuh 14,87 persen secara tahunan.

Pertumbuhan didukung penguatan jaringan terminal satelit, terutama di Banjarmasin dan Makassar. Namun komposisi kargo yang masuk lebih banyak berasal dari segmen bertarif rendah. Trafik truk dan bus melesat 43,98 persen, sedangkan kendaraan roda dua naik 51,46 persen.

Sebaliknya, trafik kendaraan utuh atau completely built-up (CBU) yang bertarif lebih tinggi hanya tumbuh 0,95 persen. Imbasnya, pendapatan IPCC pada semester I 2026 turun 0,49 persen menjadi Rp413,50 miliar dan laba bersih menyusut 9,28 persen menjadi Rp103,28 miliar. Biaya ekspansi terminal satelit turut menekan margin perseroan.

PGEO Kejar Kapasitas Panas Bumi 1,8 GW

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menargetkan kapasitas pembangkit panas bumi yang dikelola langsung mencapai 1,8 GW pada 2034. Posisi saat ini baru 727 MW, dengan target antara 1 GW pada 2028.

Untuk menambah sekitar 1.073 MW, PGEO memperkirakan kebutuhan investasi US$6,43 miliar atau sekitar Rp115,92 triliun. Biaya pengembangan berada di kisaran US$5 juta hingga US$6 juta per MW kapasitas tambahan.

Pendanaan akan dihimpun dari modal internal, sisa dana hasil IPO, fasilitas green financing, dan green bond. PGEO juga menyiapkan skema joint venture bersama PLN untuk membagi risiko dan porsi investasi. Dua proyek yang masuk rencana adalah pemanfaatan air panas 30 MW di Ulubelu dan PLTP Lumut Balai Unit 3 yang ditargetkan beroperasi komersial pada 2029.

IHSG Ditutup Menguat 0,94 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan mengakhiri perdagangan Rabu (21/10) di level 5.328,36 atau naik 0,94 persen. Sembilan dari 11 sektor saham berakhir menguat, dengan sektor Health memimpin kenaikan 3,35 persen.

BBCA naik 1,44 persen, BREN melonjak 8 persen, dan TLKM menguat 2,91 persen. Di kubu sebaliknya, MORA turun 6,19 persen, EMAS melemah 5,47 persen, dan ENRG terkoreksi 6,36 persen. Investor asing masih mencatat net sell Rp527,80 miliar di pasar reguler.

Penutup: Bagi investor, dividen interim DMAS menjadi sinyal kuat bahwa perseroan memilih mengembalikan laba secara agresif ketimbang menahannya. Sementara di sisi lain, IPCC dan PGEO menunjukkan dua wajah berbeda: volume yang tumbuh belum tentu mendongkrak pendapatan, dan ekspansi kapasitas hijau menuntut belanja modal jumbo dalam satu dekade ke depan.

Follow inisumbar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks