Empat Kecamatan Masih Kekurangan Air, Gubernur Sumbar Cek Pembenahan Gunung Nago

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 27 Januari 2026 | 10:20:06 WIB
Gubernur Sumatera Barat meninjau langsung pembenahan aliran sungai di Gunung Nago, Kota Padang.

PADANG – Gubernur Sumatera Barat melakukan peninjauan langsung ke kawasan Gunung Nago, Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (26/1/2026), untuk memastikan upaya pembenahan aliran sungai dan distribusi air bersih berjalan sesuai rencana. Langkah ini diambil sebagai respons atas krisis air bersih yang masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kota Padang.

Kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemerintah Kota Padang, serta instansi teknis terkait. Gubernur menegaskan pentingnya memastikan setiap rencana yang telah disepakati benar-benar direalisasikan di lapangan, bukan hanya berhenti pada pembahasan administratif.

Menurutnya, kondisi kekurangan air saat ini tergolong serius, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji. Bahkan hingga akhir Januari, pasokan air bersih di empat kecamatan, yakni Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Padang Utara, masih belum sepenuhnya pulih sesuai kebutuhan masyarakat.

Saat ini, sebagian besar warga masih bergantung pada pasokan air melalui tandon-tandon yang ditempatkan di lingkungan permukiman. Dalam peninjauan tersebut, Gubernur turut mengecek sejumlah sumber air yang dinilai potensial untuk dipasangi pipa distribusi agar suplai air ke tandon dapat lebih stabil dan berkelanjutan.

Selain memantau kondisi aliran Batang Gunung Nago, Gubernur juga meninjau proses pembenahan saluran irigasi di kawasan SMA Negeri 9 Padang. Ia berharap penanganan krisis air dapat berjalan optimal melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Balai Wilayah Sungai (BWS), PSDA Provinsi Sumbar, dan Dinas PUPR Kota Padang, dengan dukungan aktif masyarakat.

Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKS, Rafdi, menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya bersama Wali Kota Padang dan instansi terkait. Dalam pertemuan tersebut telah disepakati beberapa langkah konkret, antara lain penyediaan pompa oleh SD ABK, percepatan pembangunan intake oleh BWS, serta penyelesaian jalur irigasi oleh PUPR Kota Padang.

Rafdi juga menyebutkan bahwa Gubernur turut melihat peluang solusi jangka panjang dengan skema pemasangan pipa penyalur air, seperti yang telah diterapkan di Kabupaten Agam. Skema ini diharapkan mampu menjadi alternatif berkelanjutan, khususnya untuk wilayah Kuranji yang kerap mengalami gangguan pasokan air.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur bersama rombongan tampak menelusuri aliran sungai secara langsung, bahkan menyeberangi sungai dengan berjalan kaki, guna melihat kondisi riil di lapangan. Pemerintah berharap, dengan pembenahan jalur sungai dan pemulihan sumber air pascabanjir, krisis air bersih di Kota Padang dapat segera teratasi.

Reporter: Redaksi
Back to top