SUMATERA BARAT — Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan melalui akun Instagram resmi @kemhanri, Minggu sore. Dalam pernyataannya, Kemhan menyebut almarhum sebagai prajurit, pemimpin, dan negarawan yang mengabdikan seluruh hidupnya bagi bangsa dan negara.
Warisan Pengabdian di Era Pemerintahan Jokowi
Ryamizard Ryacudu menjabat sebagai Menteri Pertahanan selama satu dekade di bawah Presiden Joko Widodo. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten mendorong modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta memperkuat postur pertahanan Indonesia di kawasan.
“Dedikasi, keteguhan, serta kontribusinya dalam memperkuat sistem pertahanan negara menjadi bagian dari warisan pengabdian yang akan terus dikenang dan menginspirasi generasi penerus,” tulis Kemhan dalam keterangan resminya.
Karier Militer Hingga Pucuk Pimpinan Sipil
Sebelum menjadi menteri, Ryamizard merupakan jenderal bintang empat yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 2002-2005. Sepanjang kariernya, ia aktif dalam berbagai operasi militer, termasuk penanganan konflik di Aceh dan Papua.
Di dunia pertahanan, namanya identik dengan pendekatan bela negara yang ia gencarkan saat memimpin Kemhan. Program Bela Negara yang ia canangkan menjadi salah satu kebijakan strategis yang berlanjut hingga saat ini.
Reaksi Institusi dan Tokoh Nasional
Belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga maupun Istana Negara terkait rencana pemakaman. Namun, sejumlah tokoh dan institusi mulai menyampaikan ucapan belasungkawa melalui kanal media sosial masing-masing.
Kemhan memastikan akan memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum sesuai protokol militer. “Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa yang mendalam,” tulis pihak Kemhan dalam unggahan yang sama.
Jejak Langkah Sang Jenderal
Lahir di Palembang, 20 April 1950, Ryamizard menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada 1974. Ia juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) sebelum akhirnya memimpin TNI AD.
Pada 2014, Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan menggantikan Purnomo Yusgiantoro. Ia menjadi salah satu menteri dengan masa jabatan terlama di kabinet, bertahan hingga 2019.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai lokasi dan jadwal pemakaman. Publik dan kalangan militer masih menunggu pengumuman resmi dari pihak keluarga dan Mabes TNI.