Microsoft Bikin File Explorer di Windows 11 Lebih Ngebut Lewat Pembaruan WinUI 3

Penulis: Maruli Sinaga  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 01:45:01 WIB
Microsoft tingkatkan kecepatan File Explorer Windows 11 lewat pembaruan WinUI 3.

SUMATERA BARAT — Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Microsoft untuk keluar dari bayang-bayang kecanduan Copilot. Sepanjang 2025, raksasa teknologi itu begitu agresif memasukkan asisten AI ke setiap sudut Windows, namun respons pengguna tak sesuai harapan. Pada Oktober 2025, Microsoft akhirnya sadar: tidak semua orang seantusias mereka terhadap AI.

Akibatnya, perusahaan yang sempat dijuluki "Microslop" karena dianggap terlalu memaksakan AI itu kini memutar haluan. Ribuan jam kerja engineer mulai dialihkan untuk menyelesaikan titik-titik sakit utama Windows 11 yang sudah bertahun-tahun dikeluhkan pengguna — salah satunya adalah File Explorer yang lamban.

WinUI 3 Jadi Kunci Percepatan File Explorer

Dalam unggahan di halaman GitHub Windows UI, Microsoft mengungkapkan bahwa Windows K2 akan memigrasikan sejumlah komponen inti sistem operasi ke teknologi antarmuka baru bernama WinUI 3. "Misi kami menjadikan WinUI 3 sebagai platform UI native terbaik untuk pengalaman dan aplikasi Windows, dan performa adalah inti dari upaya itu," tulis tim pengembang.

Untuk mengukur efektivitasnya, Microsoft menjadikan File Explorer sebagai tolok ukur utama. Hasil pengujian menunjukkan penurunan drastis penggunaan sumber daya:

  • Alokasi memori: 41% lebih sedikit
  • Alokasi sementara (transient allocations): 63% lebih sedikit
  • Jumlah panggilan fungsi: 45% lebih sedikit
  • Waktu yang dihabiskan di kode WinUI: berkurang 25%

Dari WinUI 2 ke WinUI 3: Lompatan yang Tertunda

WinUI sejatinya sudah lama menjadi fondasi antarmuka Windows, namun transisi dari versi 2 ke 3 berjalan lambat. Kini Microsoft berjanji bahwa migrasi ini akan menjadi "kemenangan jelas untuk performa" tanpa perlu kerja berat dari pengembang aplikasi.

Perusahaan menargetkan pembaruan ini bisa keluar dari cabang pengembangan (development branch) "segera". Jika sesuai jadwal, pengguna Windows 11 akan merasakan File Explorer yang jauh lebih responsif dalam waktu dekat — tanpa harus menunggu pembaruan besar tahunan.

Bagi pengguna di Indonesia yang kerap bekerja dengan banyak folder dan file, peningkatan ini bukan sekadar angka. Perbedaan alokasi memori hingga 41% berarti laptop dengan RAM terbatas bisa bernapas lebih lega, dan waktu membuka direktori besar tidak lagi terasa seperti menunggu halaman web loading di era dial-up.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top