Polda Sumbar Panen 12 Ton Jagung dari Lahan Tidur, Dorong BRI Percepat KUR Petani Tutup Defisit 820.000 Ton

Penulis: Maruli Sinaga  •  Senin, 18 Mei 2026 | 15:47:25 WIB
Kapolda Sumbar memimpin panen jagung 12 ton dari lahan 1,2 hektare di Padang.

PADANG — Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, memimpin langsung panen raya jagung serentak Kuartal II di Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (16/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dipantau langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Dari total lahan 4 hektare yang dipanen jajaran Polda Sumbar, salah satu hasil paling signifikan berasal dari lahan milik Busrial seluas 1,2 hektare. Produksinya mencapai 12 ton jagung.

“Jumlah tersebut sudah mendekati angka ideal untuk luasan lahan sebesar itu,” ujar Irjen Pol Gatot di lokasi panen.

Defisit Jagung Sumbar Capai 820.000 Ton per Tahun

Di balik hasil panen yang positif, Irjen Pol Gatot membeberkan fakta pahit ketahanan pangan daerah. Kebutuhan jagung Sumatera Barat saat ini menembus 1,2 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi lokal baru mampu menyuplai sekitar 380.000 ton.

“Artinya, untuk konsumsi lokal saja kita masih kekurangan sekitar 820.000 ton. Hasil panen raya seperti ini sangat dinanti, distribusinya bisa langsung diserap Bulog atau diambil peternak lokal,” jelasnya.

KUR Jadi Andalan, Petani Butuh Edukasi Dulu

Untuk menambal defisit tersebut, Polda Sumbar mendorong perluasan area tanam dan peningkatan produktivitas. Namun, kendala utama di lapangan adalah modal kerja. Banyak pemilik lahan tidak memiliki dana untuk menggarap lahannya sendiri.

Kapolda mendorong Bank BRI untuk lebih gencar melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat KUR agar tepat sasaran. “Pihak BRI harus lebih gencar melakukan sosialisasi dan edukasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar proses permodalan berjalan beriringan dengan pembekalan ilmu keilmuan. “Saya meminta kepada Pemprov, Pak Gubernur, dan Ibu Kadis Pertanian, tolong berikan edukasi terlebih dahulu kepada petani sebelum pihak bank turun melakukan asesmen. Berikan ilmunya yang cukup, baru setelah itu didampingi permodalannya,” tambah Gatot.

Bintara Komsus: Polisi Sarjana Pertanian Turun ke Sawah

Sebagai pengawalan jangka panjang, Polda Sumbar telah menyiapkan personel khusus yang tergabung dalam Bintara Kompeten Khusus (Bintara Komsus). Personel ini diisi oleh anggota Polri yang memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Pertanian dan Sarjana Peternakan.

“Bintara Komsus ini akan berkeliling dan bersinergi dengan jajaran Pemprov serta Pemkab/Pemkot di Sumbar. Kita berkolaborasi memberikan ilmu yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan real masyarakat di lapangan,” pungkas Irjen Pol Gatot.

Reporter: Maruli Sinaga
Sumber: posmetropadang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top