PASAMAN — Antrean panjang terlihat di setiap stan perusahaan sejak pukul 08.00 WIB. Para pelamar, dari lulusan SLTA hingga sarjana, membawa map berisi berkas lamaran dan bertanya langsung tentang posisi yang dibuka.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Pasaman, Ariswan, menyebut bahwa hingga siang hari tercatat 1.503 pencari kerja telah mendaftar melalui sistem daring. “Sekitar 70 persen memilih bekerja di dalam negeri, sisanya berminat ke luar negeri,” katanya.
Job Fair Pasaman 2026 merupakan bagian dari Program Unggulan Pasaman Bangkit yang menargetkan penciptaan 1.000 lapangan kerja baru. Program ini masuk dalam visi pembangunan daerah RPJMD Kabupaten Pasaman 2025–2029.
Bupati Pasaman Welly Suhery, saat membuka acara, menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur. “Kebangkitan yang sesungguhnya dimulai ketika masyarakat memiliki pekerjaan, penghasilan, dan keterampilan,” ujarnya.
Sebanyak 20 perusahaan berpartisipasi dalam bursa kerja ini. Perusahaan membuka peluang bagi fresh graduate maupun tenaga berpengalaman usia 18–35 tahun.
Selain stan perusahaan, Pemkab Pasaman juga menyediakan layanan konsultasi karier dan informasi pelatihan kerja. Acara pembukaan dihadiri perwakilan Disnakertrans Provinsi Sumatera Barat, BPVP Padang, BP3MI, Kadin Sumbar, serta Forkopimda.
Menurut Ariswan, jumlah pencari kerja yang tercatat di Kabupaten Pasaman saat ini mencapai sekitar 5.000 orang. Dari jumlah itu, baru 1.500 yang mendaftar job fair dan angka tersebut diperkirakan terus bertambah hingga acara usai.
Ia menambahkan, upaya menekan pengangguran tidak hanya lewat job fair. Sepanjang 2026, pemerintah daerah telah melaksanakan 16 paket pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi bagi 256 peserta melalui dukungan BPVP Padang.
Pemkab Pasaman juga mengembangkan Batik Equator Pasaman, membentuk Forum Komunikasi UMKM, serta membuka peluang magang dan kerja ke Jepang, Turki, Jerman, dan Malaysia.
“Program 1.000 lapangan kerja ini harus menjadi gerakan nyata. Ini adalah dasar dalam membangun Kabupaten Pasaman,” tegas Welly dalam sambutannya.
Berbagai program padat karya dan pemberdayaan ekonomi nagari juga terus diperkuat guna memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.