Program ini merupakan langkah preventif perusahaan membangun kesadaran kolektif warga yang beraktivitas di kawasan lintasan KA aktif. KAI tidak hanya membagikan materi keselamatan, tetapi juga menyalurkan bantuan CSR berupa perlengkapan olahraga untuk sekolah serta sarana ibadah bagi masjid dan mushollah setempat.
Kelima lokasi memiliki tingkat kerentanan berbeda. SD IT Arroyan misalnya, berada 700 meter dari KM 1+100 petak jalan Bukit Putus–Pauh Lima. Sementara Masjid Darul Islah dan Mushollah Jabal Rahmah hanya berjarak 30 meter dari rel di petak jalan Pauh Lima–Indarung.
Mushollah Al Janah di Kompleks Perumahan Buana Lik, Lubuk Kilangan, bahkan berada dalam radius 50 meter dari KM 13+300. "Kami sengaja memprioritaskan titik-titik yang paling dekat dengan jalur aktif," ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab.
Dalam sesi sosialisasi, Karu Polsuska Divre II Sumbar, Jeni Ramadhan, memberikan pemahaman langsung kepada siswa tentang aktivitas berbahaya yang dilarang di area jalur KA. Mulai dari bermain di sekitar rel, melempar benda ke arah kereta, meletakkan benda di atas rel, hingga melintas sembarangan di luar perlintasan resmi.
"Menjaga keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tugas petugas perkeretaapian, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan masyarakat. Edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar budaya selamat dapat tumbuh dan tertanam kuat," tegas Jeni di hadapan puluhan siswa SD IT Arroyan.
Para peserta juga diajarkan teknik aman saat melintasi perlintasan sebidang: berhenti, tengok kanan-kiri, pastikan aman, baru menyeberang. Palang pintu perlintasan, menurut Jeni, hanyalah alat bantu — kewaspadaan pengguna jalan tetap menjadi faktor utama.
Kepala SD IT Arroyan, Amdrean Ruseffendi, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan untuk membentuk perilaku disiplin anak-anak sejak dini. "Kami berharap edukasi ini tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi dapat membentuk perilaku disiplin dan budaya keselamatan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Pengurus Mushollah Al Jannah, Rohadi, menambahkan bahwa kegiatan ini meningkatkan kewaspadaan jamaah yang tinggal persis di bibir rel. KAI juga memberikan hadiah kepada siswa yang aktif menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab sebagai bentuk apresiasi.
Reza Shahab menegaskan bahwa program "Sapa Sekolah dan Masjid/Mushollah" adalah investasi jangka panjang perusahaan. "Kami ingin membekali para siswa dan masyarakat agar tidak hanya mampu menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya," katanya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa keselamatan perkeretaapian bukan semata tanggung jawab KAI, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat — dari lingkungan pendidikan hingga tempat ibadah.