BUKITTINGGI — Api melahap habis satu unit rumah di kawasan Kampung Baru, persis di pusat Kota Bukittinggi yang berbatasan dengan Jam Gadang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.45 WIB ini menyisakan duka mendalam bagi warga setempat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Bukittinggi, Joni Feri, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia adalah Mak Niza (65), seorang ibu rumah tangga. Jenazah korban langsung dievakuasi petugas gabungan dan dilarikan ke RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi untuk penanganan lebih lanjut.
Ketua RT setempat, Davidson (54), menjadi saksi pertama saat melihat gumpalan asap dan kobaran api yang sudah membesar dari rumah korban. Ia segera menghubungi aparat kewilayahan, termasuk Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan petugas pemadam kebakaran.
"Api dengan cepat merembet dan melahap material bangunan," kata Davidson.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, momen paling dramatis terjadi ketika adik kandung korban, Neli (53), sempat berhasil menyelamatkan Mak Niza saat api mulai membesar. Namun, karena diduga panik dan khawatir barang-barangnya ikut terbakar, korban justru menerobos kembali masuk ke dalam rumah yang sedang diamuk api.
Nahas, kobaran api yang kian mengepung membuat Mak Niza terjebak di dalam kamar dan tidak sempat menyelamatkan diri. Ia ditemukan petugas dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Selain menelan korban jiwa, kebakaran ini juga mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 250 juta. Satu atap hotel di dekat lokasi sempat terkena hembusan bola api, namun berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih luas.
Saat kebakaran terjadi, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, terlihat langsung turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi warga. Kehadiran orang nomor satu di kota itu sempat menenangkan situasi yang sempat mencekam.
Hingga berita ini diturunkan, petugas Damkar Kota Bukittinggi dibantu warga sekitar masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada lagi titik api tersisa yang bisa memicu kebakaran susulan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Belum ada keterangan resmi terkait dugaan awal sumber api.