PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan kontras signifikan antara siang dan malam hari di Sumatera Barat hari ini. Jika pada siang hari langit didominasi cerah berawan dengan terik menyengat, maka menjelang malam hingga dini hari, hujan ringan diprediksi menyebar ke setidaknya 12 daerah.
Kota Padang menjadi wilayah dengan tingkat kewaspadaan tertinggi terhadap paparan sinar matahari. BMKG mencatat, cuaca cerah penuh berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB dengan suhu udara maksimum 31°C.
Namun, kelembapan udara yang mencapai 70 persen membuat suhu yang dirasakan tubuh (real feel) melonjak drastis ke angka 37°C hingga 38°C. "Indeks UV berada di skala 8, kategori risiko sangat tinggi. Warga yang beraktivitas di luar ruangan pada tengah hari disarankan menggunakan pelindung seperti payung atau tabir surya," sebut pernyataan resmi BMKG yang dikutip Sabtu (30/5/2026).
Pada siang hingga sore hari, cuaca cenderung cerah berawan di sebagian besar wilayah Sumbar. Namun, potensi hujan ringan tetap mengintai lima daerah: Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok.
Memasuki malam hari, sebaran hujan meluas. BMKG memprakirakan hujan ringan mengguyur Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Untuk Kota Padang, awan tebal baru menyelimuti langit mulai pukul 19.00 WIB, dengan potensi hujan ringan hingga deras sesaat pada dini hari antara pukul 00.00 hingga 05.00 WIB.
Perbedaan suhu antara dataran rendah dan dataran tinggi cukup mencolok hari ini. Di wilayah dataran rendah Sumbar, suhu berkisar antara 22°C hingga 32°C. Sementara itu, kawasan dataran tinggi seperti Bukittinggi dan sekitarnya diprediksi jauh lebih sejuk, yakni 16°C hingga 26°C, dengan kelembapan udara mencapai 64 hingga 95 persen.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi perubahan cuaca yang mendadak. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana, khususnya di sekitar lereng Gunung Marapi, serta para nelayan yang beraktivitas di perairan Sumatera Barat, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang.
Peluang terjadinya hujan di Kota Padang pada dini hari tercatat mencapai 50 persen, yang berarti potensi cuaca buruk masih cukup tinggi dan bisa berubah sewaktu-waktu tanpa didahului tanda-tanda yang jelas.