BUKITTINGGI — Api melahap puluhan rumah di kawasan permukiman padat Kelurahan Parak Kopi, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, pada Senin (16/12) siang. Kebakaran hebat itu langsung ditinjau Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, beberapa jam setelah api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran.
Kebakaran dilaporkan pertama kali sekitar pukul 13.30 WIB. Warga setempat melihat kepulan asap tebal dari salah satu rumah di gang sempit. Dalam hitungan menit, api membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya yang sebagian besar berdinding kayu dan beratap seng.
"Kami panik, apinya cepat sekali menjalar. Semua langsung keluar rumah menyelamatkan barang seadanya," ujar salah seorang warga di lokasi. Tidak ada korban jiwa, namun puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam dikerahkan ke lokasi. Namun, akses jalan yang sempit dan berkelok menyulitkan petugas untuk menjangkau titik api secara langsung. Petugas terpaksa menyambung selang hingga ratusan meter dari jalan utama.
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Api baru benar-benar padam menjelang pukul 16.00 WIB. Petugas masih melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru di malam hari.
Wali Kota Erman Safar memastikan pemerintah kota akan mendirikan posko pengungsian dan dapur umum di lokasi terdekat. "Kami akan data seluruh warga terdampak. Bantuan logistik, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya sudah mulai didistribusikan malam ini," kata Erman kepada wartawan di lokasi kebakaran.
Dinas Sosial dan BPBD Kota Bukittinggi juga telah diterjunkan untuk melakukan pendataan dan asesmen kerusakan. Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga.
Warga yang rumahnya hangus akan direlokasi sementara ke rumah saudara atau tempat pengungsian yang disiapkan Pemkot. Verifikasi data korban dan kerusakan akan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan. Pemkot juga berencana memberikan bantuan bahan bangunan bagi warga yang ingin membangun kembali rumahnya.
Hingga Senin malam, petugas masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Suasana di Parak Kopi perlahan mulai tenang, meski duka masih menyelimuti puluhan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.