BEM se-Sumbar Kecam Pernyataan Abu Janda yang Sebut Sumatera Barat 'Barbar', Desak Minta Maaf

Penulis: Topan Lubis  •  Senin, 01 Juni 2026 | 14:39:37 WIB
Aliansi BEM se-Sumbar menggelar konferensi pers mengecam pernyataan Abu Janda.

PADANG — Gelombang kecaman dari kalangan mahasiswa Sumatera Barat mengalir deras setelah pernyataan Abu Janda yang menyebut provinsi tersebut sebagai daerah barbar. Aliansi BEM se-Sumbar menilai pernyataan itu tidak hanya keliru, tetapi juga telah mencederai nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau yang dikenal santun dan religius.

Pemicu: Cuitan yang Memantik Amarah

Kemarahan ini bermula dari unggahan Abu Janda di media sosial yang menyebut Sumatera Barat sebagai daerah barbar. Unggahan tersebut langsung menyebar luas dan memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, terutama mahasiswa yang merasa identitas daerahnya dihina tanpa dasar yang jelas.

Menurut Koordinator Aliansi BEM se-Sumbar, pernyataan seperti itu menunjukkan ketidaktahuan sekaligus ketidakpekaan terhadap sejarah dan budaya lokal. "Kami menuntut Abu Janda untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat," ujarnya dalam konferensi pers di Padang, Selasa (14/1).

Tuntutan: Bukan Sekadar Minta Maaf

Aliansi BEM tidak hanya berhenti pada kecaman. Mereka mendesak Abu Janda untuk mencabut pernyataannya dan meminta maaf secara resmi di hadapan publik. Lebih dari itu, mereka juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengevaluasi pernyataan tersebut berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jika terbukti mengandung unsur ujaran kebencian berbasis SARA.

"Kami tidak akan tinggal diam jika pernyataan seperti ini terus dibiarkan. Ini menyangkut harga diri ribuan mahasiswa dan jutaan masyarakat Sumatera Barat," tegas perwakilan BEM Universitas Negeri Padang.

Apa yang Melatarbelakangi Pernyataan Kontroversial Itu?

Hingga saat ini, Abu Janda belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasannya menyebut Sumatera Barat sebagai daerah barbar. Pernyataan tersebut dinilai muncul tanpa konteks yang jelas, sehingga memicu spekulasi di kalangan warganet. Sebagian menduga cuitan itu terkait dengan perbedaan pandangan politik, sementara yang lain menilainya sebagai bentuk pelecehan terhadap budaya lokal.

Aliansi BEM mendesak agar pernyataan semacam itu tidak diulangi lagi oleh siapa pun. Mereka mengingatkan bahwa Sumatera Barat memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban Islam dan budaya di Indonesia, bukan tempat yang pantas disebut dengan istilah merendahkan.

Respons Masyarakat: Solidaritas dari Berbagai Daerah

Kecaman terhadap Abu Janda tidak hanya datang dari Padang. Mahasiswa dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, seperti Bukittinggi, Payakumbuh, dan Padang Panjang, turut menyuarakan protes melalui media sosial dan pertemuan daring. Tagar penolakan terhadap pernyataan Abu Janda pun sempat menjadi trending topic di platform X.

Aliansi BEM berencana mengirimkan surat resmi kepada pihak kepolisian dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menindaklanjuti kasus ini. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap menempuh jalur hukum dan tidak melakukan aksi anarkis.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: sumbarkita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top