BUKITTINGGI — Sejumlah akademisi dari dalam dan luar negeri dijadwalkan hadir dalam pertemuan tahunan NICMCR yang digelar di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kegiatan ini berlangsung di kampus setempat dalam beberapa hari ke depan.
Ketua pelaksana, Prof. Silfia, mengatakan konferensi ini menjadi ajang pertukaran gagasan antarpeneliti. "Riset multidisiplin menjadi kunci menghadapi tantangan global yang makin kompleks," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin lalu.
NICMCR tahun ini mengusung tema riset kolaboratif yang melibatkan perguruan tinggi dari Asia Tenggara dan Timur Tengah. Para peserta mempresentasikan hasil penelitian di bidang sosial, keagamaan, dan teknologi tepat guna.
Prof. Silfia menambahkan, forum ini tidak sekadar seminar rutin. "Kami mendorong lahirnya publikasi bersama dan proposal riset yang bisa didanai lembaga internasional," katanya.
Selain presentasi makalah, konferensi menghadirkan sesi diskusi panel tentang pengembangan kurikulum berbasis riset. Beberapa delegasi dari Malaysia dan Thailand turut berbagi pengalaman dalam mengelola pusat studi kolaboratif di kampus masing-masing.
UIN Bukittinggi sendiri, menurut Prof. Silfia, telah menjalin kerja sama riset dengan sejumlah universitas di luar negeri. Kepercayaan menjadi tuan rumah NICMCR dinilai sebagai pengakuan atas kapasitas institusi tersebut dalam mengelola forum ilmiah internasional.
Panitia menargetkan konferensi ini menghasilkan memorandum kesepahaman antarperguruan tinggi. Riset lanjutan di bidang ekonomi syariah dan pendidikan inklusif menjadi prioritas yang akan digarap bersama setelah acara usai.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kementerian Agama dan sejumlah rektor dari PTKIN se-Indonesia. Mereka dijadwalkan merumuskan rekomendasi kebijakan untuk penguatan riset kolaboratif di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.