SOLOK — Kobaran api melahap habis tanaman di lahan produktif seluas dua hektare milik warga di Jorong Koto Baru, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Peristiwa terjadi pada Senin (1/6/2026) petang dan baru berhasil dipadamkan setelah petugas berjibelan selama hampir empat jam.
Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok, Zulhelmy Bosy, mengonfirmasi bahwa laporan pertama kali diterima dari warga pada pukul 18.26 WIB. Tim langsung bergerak dan tiba di lokasi sembilan menit kemudian, tepat pukul 18.35 WIB.
“Setelah menerima laporan dari warga terkait adanya kebakaran lahan di Nagari Paninggahan, tim langsung bergerak. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 18.35 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman,” ujar Zulhelmy, Selasa (2/6/2026).
Untuk menjinakkan api, sebanyak tiga armada gabungan dikerahkan. Satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Koto Baru, satu unit kendaraan rescue Damkar Kabupaten Solok, dan satu unit kendaraan rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok diterjunkan ke titik api.
Sebanyak 17 petugas gabungan berjibaku melawan api di tengah kondisi lahan yang kering. Api baru berhasil dikendalikan secara total pada pukul 22.30 WIB. “Penanganan selesai sekitar pukul 22.30 WIB dan situasi di lapangan berhasil diamankan,” kata Zulhelmy.
Meski lahan pertanian dipastikan hangus, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan instansi terkait. Belum ada keterangan resmi mengenai dugaan awal pemicu kebakaran.
Secara terpisah, Kepala Pelaksana Tugas (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Khairul, menyatakan insiden ini tidak terlepas dari kondisi cuaca ekstrem akibat musim kemarau. “Wilayah ini sudah beberapa hari terakhir tidak turun hujan. Kondisi yang sangat kering ini membuat potensi kebakaran lahan melonjak drastis,” jelas Khairul.
Ia mengimbau warga untuk tidak membakar sampah atau lahan sembarangan selama musim kemarau. BPBD setempat juga meningkatkan patroli dan koordinasi dengan Damkar untuk mengantisipasi kebakaran susulan.