Hyundai i20 Generasi Baru Bocor, Pakai Atap Kotak Ala Santa Fe dan Siap Jadi Hybrid

Penulis: Bastian Sihombing  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 18:51:01 WIB
Prototipe Hyundai i20 generasi baru tampil dengan desain atap kotak ala Santa Fe.

SUMATERA BARAT — Setelah lebih dari enam tahun sejak peluncuran generasi saat ini, Hyundai i20 akhirnya menunjukkan tanda-tanda kehadiran penerusnya. Sebuah prototipe tertangkap kamera tengah menjalani pengujian di Eropa, dan dari balik kamuflase tebal, sejumlah perubahan desain signifikan mulai terkuak. Bagi penggemar hatchback di Indonesia, meski i20 tidak lagi dijual resmi di sini, evolusi model ini tetap menarik karena menunjukkan arah desain Hyundai ke depan.

Atap Kotak dan Garis Tajam ala Santa Fe

Perubahan paling mencolok dari prototipe i20 baru ada pada profil sampingnya. Windshield, pilar A, dan garis atap kini menyatu dalam bentuk yang lebih kotak dan tegas, mengadopsi pendekatan desain yang sama dengan Santa Fe terbaru dan mobil mungil Casper/Inster. Atap yang landai terus meruncing ke arah belakang, memberikan kesan yang lebih kokoh dibandingkan model sebelumnya.

Bagian depan memang masih tertutup rapat oleh lapisan hitam, namun dari bocoran prototipe sebelumnya, terlihat gril besar berwarna hitam, light bar LED, dan desain lampu utama serta DRL yang benar-benar baru. Sementara itu, di belakang, lampu belakang juga tampil dengan bentuk yang berbeda dari i20 saat ini. Sebuah tow bar juga terlihat, menandakan Hyundai tetap menguji kemampuan traksi mobil kecil ini.

1.6 Liter Turbo Hybrid untuk i20 N, Manual Dikorbankan

Salah satu kabar paling menarik datang dari varian performa tinggi i20 N. Alih-alih sekadar mesin konvensional, Hyundai disebut akan mempertahankan mesin 1.6 liter turbo bensin, namun kini dipadukan dengan motor listrik kecil dan paket baterai. Sistem hybrid ini bertujuan untuk menaikkan tenaga sekaligus menekan emisi gas buang.

Konsekuensinya, transmisi manual enam percepatan yang menjadi favorit para penggemar kemungkinan besar akan hilang. Ini adalah pengorbanan yang lumrah terjadi ketika pabrikan beralih ke sistem hybrid, di mana motor listrik dan baterai membutuhkan integrasi transmisi yang lebih kompleks.

Listrik Juga Masuk, Tapi Bukan Platform Mahal

Untuk pertama kalinya, i20 juga akan tersedia dalam varian listrik murni. Namun, Hyundai diperkirakan tidak akan menggunakan platform E-GMP premium seperti yang dipakai Ioniq 5 atau Ioniq 6. Sebagai gantinya, hatchback ini akan mengusung sistem 400 volt dengan kecepatan pengisian yang lebih rendah demi menjaga harga jual tetap terjangkau.

Keputusan ini masuk akal mengingat posisi i20 sebagai mobil kecil yang harus kompetitif di segmen entry-level. Dengan strategi ini, Hyundai ingin memastikan opsi elektrifikasi tidak hanya hadir di mobil mahal, tapi juga bisa dinikmati oleh pasar yang lebih luas.

Mengapa Ini Penting untuk Pasar Global dan Indonesia?

Meski Hyundai i20 sudah tidak lagi dipasarkan secara resmi di Indonesia, perubahan pada model ini mencerminkan strategi global Hyundai yang patut dicermati. Tren desain yang sama—seperti atap kotak dan light bar—kemungkinan besar akan menjalar ke model-model Hyundai lainnya yang dijual di Indonesia, seperti Stargazer atau Creta di masa depan.

Selain itu, keputusan Hyundai untuk menghadirkan varian hybrid pada i20 N menunjukkan bahwa performa tinggi dan efisiensi bahan bakar kini berjalan beriringan. Ini bisa menjadi indikasi bahwa generasi mendatang dari mobil performa Hyundai di pasar kita, seperti i30 N atau Kona N, juga akan mengikuti jejak yang sama.

Reporter: Bastian Sihombing
Sumber: carscoops.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top