SOLOK — BUMNag Ladangpanjang Barat kini memasuki babak baru dengan meresmikan unit usaha peternakan ayam petelur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah nagari untuk memperkuat ekonomi desa melalui badan usaha milik bersama.
Usaha yang baru diluncurkan ini menyasar pasar lokal di Kecamatan Lembang Jaya dan sekitarnya. Dengan beroperasinya peternakan ini, pasokan telur ayam di nagari tidak lagi sepenuhnya bergantung pada distributor dari luar daerah.
Pada tahap awal, BUMNag Ladangpanjang Barat menyiapkan ribuan ekor ayam petelur yang siap berproduksi. Jumlah pasti dan kapasitas kandang belum dirinci secara resmi, namun pengelola menargetkan produksi bertahap hingga mampu memenuhi permintaan pasar nagari.
Pemilihan komoditas ayam petelur didasarkan pada tingginya permintaan telur di pasaran serta kemudahan perawatan. BUMNag Ladangpanjang Barat menilai sektor ini memiliki potensi keuntungan yang stabil dan dapat dikelola secara kolektif oleh warga.
Selain menambah pendapatan nagari, unit usaha ini dirancang untuk menyerap tenaga kerja lokal. Beberapa warga telah direkrut sebagai petugas kandang dan bagian distribusi.
Kehadiran peternakan ayam petelur ini diharapkan menekan harga telur di tingkat konsumen. Selama ini, warga Ladangpanjang Barat kerap membeli telur dengan harga lebih tinggi karena harus didatangkan dari kota.
Kepala Jorong setempat menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai usaha tersebut bisa menjadi contoh bagi nagari lain di Kabupaten Solok untuk mengembangkan BUMNag secara produktif.
Ke depan, BUMNag Ladangpanjang Barat berencana memperluas kandang dan meningkatkan populasi ayam. Jika produksi surplus, hasil telur juga akan dipasarkan ke nagari tetangga atau kota terdekat.
Pengelola juga tengah menjajaki kerja sama dengan koperasi dan pedagang pasar tradisional untuk memperlancar distribusi. Dengan begitu, rantai pasok telur dari nagari ke konsumen bisa lebih pendek dan efisien.