PADANG — Puluhan santri TPQ/TQA Masjid Al Huda mengikuti pawai katam Al-Qur’an perdana yang digelar di kawasan Padang Timur, Kota Padang, baru-baru ini. Pawai yang menyusuri sejumlah ruas jalan itu diikuti para santri yang mengenakan busana muslim dan membawa atribut bernuansa Islami, menciptakan suasana religius yang semarak.
Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, yang melepas langsung kegiatan tersebut, menekankan bahwa katam Al-Qur’an tidak boleh dimaknai sekadar acara seremonial. Menurutnya, momen ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter generasi muda.
“Katam Al-Qur’an bukan hanya penanda bahwa seorang anak telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga awal dari perjalanan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muhidi dalam sambutannya.
Ia memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid Al Huda, para guru mengaji, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat yang berperan aktif membina anak-anak melalui lembaga pendidikan Al-Qur’an. Menurutnya, keberadaan TPQ dan TQA menjadi benteng moral yang sangat penting di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Muhidi menilai pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Selain membekali anak dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, pendidikan keagamaan juga berfungsi menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
“Generasi yang kuat bukan hanya generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, moral, dan keimanan yang kokoh. Di sinilah peran TPQ dan TQA menjadi sangat strategis,” katanya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar terus mendampingi anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an setelah prosesi katam. Tantangan terbesar, menurut Muhidi, bukanlah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, melainkan menjaga konsistensi dalam mempelajari dan mengamalkan isi kandungannya sepanjang kehidupan.
Kegiatan Katam Al-Qur’an Perdana TPQ/TQA Masjid Al Huda dinilai menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat dalam membangun generasi muda berkarakter. Selain sebagai ajang syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Muhidi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi masjid serta lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya di Sumatera Barat. Dengan pembinaan yang konsisten, ia optimistis akan lahir generasi Qurani yang tidak hanya cakap dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.