Galaxy A57 resmi diperkenalkan Samsung dalam sebuah ajang global pekan ini. Ponsel ini datang dengan klaim utama pada sektor desain: bodi lebih ramping dan material yang terasa lebih solid di tangan dibanding Galaxy A56. Namun, dari sisi spesifikasi inti, peningkatan yang ditawarkan tergolong minimalis.
Samsung mengklaim Galaxy A57 memiliki bobot sekitar 190 gram, lebih ringan beberapa gram dari A56 yang berada di angka 198 gram. Ketebalan bodi juga diklaim berkurang, memberikan ergonomi lebih baik saat digenggam.
Bagian belakang tetap menggunakan material kaca dengan finishing matte yang kini dilapisi Corning Gorilla Glass Victus+, naik satu tingkat dari Gorilla Glass 5 di A56. Bingkai aluminium yang lebih ramping juga turut mendukung kesan premium—meski secara visual, kedua generasi ini sulit dibedakan dari kejauhan.
Di sektor dapur pacu, Galaxy A57 masih mengandalkan chipset Exynos 1480 yang sama persis dengan A56. Tidak ada perubahan pada konfigurasi RAM (8GB) dan penyimpanan internal (128GB/256GB). Artinya, peningkatan performa harian nyaris tidak terasa—kecuali Anda benar-benar butuh bobot lebih ringan.
Kamera juga tidak mendapat suntikan berarti. Sensor utama 50MP dengan aperture f/1.8 masih dipertahankan, begitu pula lensa ultrawide 12MP dan makro 5MP. Satu-satunya tambahan adalah mode malam (Nightography) yang diklaim lebih baik berkat peningkatan algoritma pemrosesan gambar—sesuatu yang sebenarnya bisa dihadirkan lewat pembaruan perangkat lunak di A56.
Layar Super AMOLED 6,6 inci dengan refresh rate 120Hz masih menjadi andalan. Resolusi FHD+ dan kecerahan puncak 1.000 nit juga tidak bergeser dari pendahulunya. Baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan pengisian cepat 25W juga identik—Samsung sepertinya enggan menyentuh formula yang sudah terbukti awet.
Satu-satunya peningkatan signifikan justru hadir di sisi ketahanan: sertifikasi IP67 untuk tahan debu dan air, naik dari IP54 di A56. Ini berarti ponsel bisa bertahan saat terciprat air hujan atau terendam di kedalaman 1 meter selama 30 menit—nilai tambah yang jarang ditemui di kelas menengah.
Samsung belum mengumumkan harga resmi untuk Galaxy A57. Sebagai patokan, Galaxy A56 dibanderol Rp 5,5 juta saat peluncuran. Jika pola yang sama diterapkan, A57 kemungkinan akan berada di kisaran harga Rp 5,7–6 juta—kenaikan yang terbilang kecil untuk upgrade yang juga kecil.
Pasar Indonesia biasanya menjadi salah satu prioritas untuk lini A series. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggal pasti kapan Galaxy A57 akan mendarat di Tanah Air. Pengguna yang sudah memiliki A56 mungkin akan lebih bijak menunggu generasi berikutnya, sementara pemilik ponsel yang lebih lawas bisa mempertimbangkan A57 sebagai opsi masuk akal—asalkan tidak berekspektasi pada lompatan performa besar.