SUMATERA BARAT — Microsoft kembali menyibukkan para peserta Windows Insider dengan gelombang pembaruan aplikasi bawaan. Pekan lalu, perusahaan asal Redmond itu merilis enam build baru sistem operasi sekaligus memperbarui aplikasi seperti Calculator, Camera, Clock, Media Player, Paint, Photos, dan Sound Recorder. Pembaruan ini menyasar pengguna di kanal Experimental, Experimental (26H1), dan Experimental (Future Platforms) yang menjalankan build terbaru.
Dari sekian banyak aplikasi, Kalkulator mendapat perbaikan yang paling teknis. Microsoft mengklaim hasil perhitungan akar kuadrat kini lebih presisi — kasus langka di mana operasi seperti sqrt(2.25) - 1.5 yang seharusnya menghasilkan nol, sebelumnya justru memunculkan angka sisa yang sangat kecil, kini sudah diperbaiki.
Perbaikan lain termasuk teks pengaturan yang kini terbaca jelas di tema High Contrast Aquatic dan Desert, tata letak yang rapi untuk bahasa dengan arah kanan-ke-kiri seperti Arab dan Ibrani, serta jaminan aplikasi tetap bisa dibuka setelah upgrade dari versi Windows yang sangat lawas.
Aplikasi Kamera bawaan juga kebagian fitur yang cukup berarti. Zoom slider kini kompatibel dengan lebih banyak jenis kamera — tidak lagi terbatas pada tiga level zoom saja, melainkan mengikuti pengaturan sistem secara real-time. Pengguna perangkat wide-angle juga tak perlu khawatir: bug yang menghalangi kamera depan pada perangkat tertentu sudah ditangani.
Satu tambahan menarik ada pada pemindai QR code. Jika tautan hasil scan tidak memiliki aplikasi yang cocok untuk membukanya, tautan tersebut otomatis tersalin ke clipboard disertai notifikasi, sementara Store tetap menawarkan pencarian aplikasi terkait. "Kami juga menambahkan resolusi video yang sebelumnya tersembunyi, dengan peringatan alih-alih langsung menghapusnya," tulis Microsoft dalam catatan rilis resmi.
Pengguna aplikasi Clock mungkin paling diuntungkan dengan pembaruan ini. Timer yang sudah mencapai nol kini tetap menghitung mundur ke angka negatif (misalnya -00:27:31), sehingga pengguna bisa tahu persis berapa lama mereka melebihi batas waktu.
Fitur Focus Sessions juga mendapat opsi "Off" untuk menonaktifkan target harian — cocok bagi pengguna yang tidak ingin tertekan oleh sasaran produktivitas. Alarm kini memiliki interval tunda 15 menit, dan widget Countdown mendukung hingga tiga hitungan mundur sekaligus, naik dari sebelumnya hanya dua. "Kami juga memperbaiki notifikasi timer yang sebelumnya tidak muncul saat dijalankan dari widget," tambah Microsoft.
Sejumlah perbaikan lain ikut disertakan di aplikasi Clock: daftar tugas yang sudah selesai tidak lagi muncul di Focus Sessions, pembulatan waktu fokus harian yang sebelumnya kurang satu menit (misal 49 menit alih-alih 50) kini akurat, dan perbandingan waktu dunia (World Clock) terasa lebih responsif karena tanggal dimuat saat pengguna menggulir.
Bagi pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas, fokus highlight di World Clock kini terlihat jelas di tema High Contrast, dan pembaca layar (screen reader) tidak lagi membacakan nilai timer dua kali. Nama countdown juga terbaca dengan benar oleh screen reader, dan fokus keyboard tidak hilang setelah tombol Reset Timer ditekan.
Pengguna yang tergabung dalam program Windows Insider di kanal Experimental, Experimental (26H1), dan Experimental (Future Platforms) bisa langsung mengunduh pembaruan aplikasi ini melalui Microsoft Store. Bagi pengguna umum di kanal stabil, Microsoft biasanya membutuhkan waktu beberapa pekan hingga beberapa bulan untuk merilis pembaruan yang sama setelah melewati fase pengujian.
Pembaruan ini menjadi bukti bahwa Microsoft masih serius merawat aplikasi bawaan Windows 11 di tengah gempuran aplikasi pihak ketiga. Untuk pengguna yang menginginkan pengalaman standar tanpa instalasi tambahan, deretan perbaikan ini jelas layak ditunggu.