PADANG PANJANG — Brigjen Pol. Djoni Hendra bukan nama asing bagi masyarakat Sumatera Barat. Pria kelahiran Payakumbuh ini pernah menjabat Kapolres Padang Panjang pada 2013-2016, periode di mana ia dikenal sebagai jenderal yang mudah akrab dengan semua kalangan. Ia kemudian dipercaya sebagai Kabid Telekomunikasi dan Informatika Polda Sumbar (2016-2019) sebelum melesat ke kancah nasional.
Dari Kapolres ke Pusdiklantas: 5 Tahun Penuh Terobosan
Pada 2019, Djoni Hendra dipercaya Mabes Polri mengisi posisi Kepala Pusdiklantas Lemdiklat Polri di Serpong, Tangerang Selatan. Selama hampir lima tahun (2019–2024), ia memimpin lembaga yang meluluskan sekitar 13.478 peserta didik. Di bawah komandonya, Pusdiklantas menjadi pusat koordinasi Rakernis Fungsi Teknis Lalu Lintas se-Indonesia.
Visi yang ia bawa saat itu: membentuk Polisi Lalu Lintas yang Profesional, Bermoral, Modern, dan Unggul. Ia mengakhiri masa jabatan ini pada Agustus 2024 dengan pangkat Komisaris Besar Polisi, sebelum estafet kepemimpinan diserahkan ke pejabat baru.
Kenaikan Pangkat Bintang Satu dan Penugasan di IPDN
Atas dedikasinya, Djoni Hendra mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi pada Agustus 2024. Tak berselang lama, ia dialih tugaskan ke lingkungan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat. Penugasan di luar struktur ini menunjukkan kepercayaan negara terhadap kapasitasnya sebagai pendidik dan pembina aparatur sipil negara.
Pesan Sang Jenderal untuk Generasi Muda Minang
Dalam berbagai kesempatan, Brigjen Djoni Hendra kerap mengingatkan pentingnya membangun hubungan, tata cara kerja profesional, dan terus berbuat kebaikan untuk masyarakat. "Bangun Hubungan, Tata, Cara, Kerja profesional dan terus berbuat kebaikan untuk Masyarakat," demikian pesan yang ia tinggalkan bagi generasi penerus.
Kariernya dari Payakumbuh hingga ke panggung nasional menjadi teladan bahwa putra daerah bisa bersaing dan berkontribusi di level tertinggi institusi kepolisian dan pemerintahan.