Pencarian

Prosesi Maambiak Tanah di Pauh Pariaman Resmi Buka Rangkaian Pesona Hoyak Tabuik 2026

Rabu, 17 Juni 2026 • 20:43:31 WIB
Prosesi Maambiak Tanah di Pauh Pariaman Resmi Buka Rangkaian Pesona Hoyak Tabuik 2026
Prosesi Maambiak Tanah di Pauh Pariaman menandai pembukaan Pesona Hoyak Tabuik 2026.

PARIAMAN — Prosesi Maambiak Tanah menjadi penanda awal perhelatan Pesona Hoyak Tabuik Budaya Pariaman tahun ini. Kelompok Tabuik Subarang mengawali ritual dengan mengambil tanah di Pauh Pariaman, Selasa (16/6/2026). Tanah yang dibawa itu akan digunakan dalam rangkaian prosesi selanjutnya hingga puncak acara Hoyak Tabuik.

Pelaksanaan tradisi tahunan ini berbarengan dengan momentum tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah. Pemerintah kota setempat memasukkan event ini ke dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) yang digagas Kementerian Pariwisata. Langkah itu diambil untuk memperkuat daya tarik wisata budaya di Sumatera Barat.

Tanah dari Pauh Jadi Simbol Awal Ritual

Pauh Pariaman bukan sekadar lokasi pengambilan tanah. Dalam kepercayaan lokal, tanah yang diambil dari daerah itu memiliki nilai sakral yang melekat pada prosesi Tabuik. Kelompok Tabuik Subarang bertugas membawa tanah tersebut dari lokasi menuju tempat perakitan Tabuik.

Setelah prosesi Maambiak Tanah, rangkaian acara akan berlanjut dengan sejumlah tahapan lain. Masyarakat setempat biasanya mengikuti setiap prosesi dengan antusias, terutama saat puncak acara Hoyak Tabuik yang menampilkan arak-arakan Tabuik ke tepi pantai.

Dukungan Pemerintah untuk Event Nasional

Masuknya Pesona Hoyak Tabuik ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) memberikan dampak positif bagi promosi wisata Pariaman. Program KEN sendiri merupakan agenda prioritas Kemenpar untuk mengangkat event daerah ke level nasional. Pariaman menjadi salah satu kota yang rutin menggelar tradisi ini setiap tahun.

Pewarta Fitra Yogi melaporkan bahwa prosesi Maambiak Tanah berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat. Tidak ada kendala berarti selama pengambilan tanah di Pauh Pariaman. Seluruh rangkaian acara dipastikan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

Bagi warga Pariaman dan sekitarnya, Hoyak Tabuik bukan sekadar tontonan. Tradisi ini menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap tahun, ribuan pengunjung dari berbagai daerah datang untuk menyaksikan ritual yang sarat makna tersebut.

Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks