SUMATERA BARAT — PLN tidak hanya memamerkan motor listrik, tetapi juga mengajak peserta merasakan langsung pengalaman berkendara. Langkah ini menjadi strategi untuk mengubah persepsi bahwa kendaraan listrik masih sekadar wacana masa depan.
“Setelah mencoba langsung, saya merasakan motor listrik sangat nyaman, responsif, dan mudah digunakan,” ujar Yati, salah satu peserta test drive. Pengalaman langsung seperti ini dinilai efektif untuk mengikis keraguan yang selama ini beredar di masyarakat.
Manager PLN UP3 Mempawah, Abdul Azis P, mengakui masih banyak pertanyaan dari warga soal jarak tempuh motor listrik dan proses pengisian daya. “Kami ingin menunjukkan bahwa kendaraan listrik bukan lagi teknologi masa depan, tetapi solusi mobilitas yang sudah siap digunakan saat ini,” katanya.
PLN sengaja menggandeng Yadea Motor Listrik dalam acara ini. Peserta tidak hanya mendengar pemaparan, tetapi juga diajak mencoba langsung akselerasi dan handling motor listrik di rute pendek sekitar kantor PLN.
Untuk mendukung adopsi kendaraan listrik, PLN telah menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di delapan lokasi strategis di wilayah kerja UP3 Mempawah. Beberapa di antaranya adalah ULP Mempawah Kota, ULP Ngabang, Taman Kota Intan Ngabang, dan K@Tamb Mempawah.
Seluruh lokasi SPKLU dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile. Ini menjadi fondasi penting agar masyarakat tidak ragu beralih ke motor listrik karena khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya soal membangun infrastruktur. “PLN juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap transformasi energi,” ujarnya.
Maria menambahkan, percepatan adopsi kendaraan listrik akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan melalui pengurangan emisi karbon. PLN berkomitmen memperluas infrastruktur dan memperkuat edukasi bersama berbagai pihak untuk mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di Kalimantan Barat.
Dalam sesi edukasi, peserta juga mengisi survei untuk mengukur tingkat pemahaman dan persepsi terhadap kendaraan listrik. Hasil survei ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi PLN untuk merancang strategi sosialisasi yang lebih tepat sasaran.