Pencarian

201 Kilometer Rel Kereta di Sumatera Barat Nonaktif, KAI Buka Peluang Reaktivasi Jalur Bukittinggi-Payakumbuh

Rabu, 17 Juni 2026 • 12:38:31 WIB
201 Kilometer Rel Kereta di Sumatera Barat Nonaktif, KAI Buka Peluang Reaktivasi Jalur Bukittinggi-Payakumbuh
Rel kereta api sepanjang 201 kilometer di Sumatera Barat saat ini tidak aktif dan menunggu reaktivasi.

PADANG — Dari total panjang jalur kereta api yang dikelola Divisi Regional II Sumatera Barat, hanya 110,9 kilometer yang masih aktif melayani perjalanan penumpang dan barang. Sisanya, lebih dari 201 kilometer, terbengkalai dan menunggu keputusan reaktivasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Sumatera Barat memiliki posisi khas dalam sejarah perkeretaapian nasional. Sejak awal, rel dibangun untuk menghubungkan kawasan tambang, pelabuhan, kota, dan permukiman warga.

“Sumatera Barat menunjukkan bagaimana kereta api sejak awal menjadi penghubung ekonomi, kota, pelabuhan, dan masyarakat. Jejak itu tetap relevan untuk membaca kebutuhan konektivitas Sumatra hari ini,” ujar Anne dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Jalur Prospektif Sepanjang 67 Kilometer

Salah satu lintas yang dinilai paling prospektif untuk diaktifkan kembali adalah jalur Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Payakumbuh. Ruas sepanjang sekitar 67 kilometer itu dinilai mampu memperkuat akses menuju kawasan wisata, pusat pendidikan, sentra ekonomi, serta distribusi logistik.

Potensi ini kian relevan seiring lonjakan perjalanan wisatawan nusantara di Sumatera Barat. Data menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan naik dari 8,4 juta perjalanan pada 2021 menjadi 20,7 juta perjalanan pada 2025. Destinasi seperti Jam Gadang, Danau Singkarak, Sawahlunto, Padang Panjang, dan Bukittinggi menjadi titik yang bisa diperkuat konektivitasnya melalui jalur kereta.

Selain jalur Bukittinggi–Payakumbuh, sejumlah ruas nonaktif lain yang menunggu reaktivasi meliputi Naras–Sungai Limau, Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Limbanang, Muarokalaban–Sawahlunto, serta Solok–Muarokalaban.

Minat Masyarakat Meningkat 81 Persen dalam Lima Tahun

Di tengah banyaknya jalur yang belum aktif, layanan kereta api yang beroperasi saat ini justru menunjukkan tren positif. Divre II Sumatera Barat mencatat jumlah pelanggan kereta api penumpang naik dari sekitar 1,09 juta pada 2021 menjadi hampir 1,98 juta pada 2025, atau tumbuh sekitar 81 persen.

Selama Januari hingga Mei 2026, kereta api penumpang di wilayah itu telah melayani 913.674 pelanggan. Sementara untuk angkutan barang, KAI mengangkut 492.220 ton semen dan klinker yang mendukung distribusi industri di daerah tersebut.

Saat ini, Divre II Sumatera Barat mengelola 20 stasiun dan shelter penumpang serta empat stasiun angkutan barang. Layanan yang beroperasi meliputi KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, KA Lembah Anai, serta KA wisata Mak Itam. Kereta-kereta itu melayani perjalanan harian masyarakat, akses menuju Bandara Internasional Minangkabau, dan destinasi wisata unggulan.

KA Pariaman Ekspres menjadi tulang punggung layanan dengan jumlah pelanggan mencapai 1,6 juta orang sepanjang 2025. Sementara KA Lembah Anai mencatat peningkatan signifikan setelah relasi perjalanannya disesuaikan.

Menurut Anne, kedekatan layanan kereta dengan kebutuhan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. “Kereta api di Sumatera Barat dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia melayani perjalanan harian, akses bandara, wisata, sekaligus mendukung distribusi barang,” kata dia.

Reaktivasi sebagai Instrumen Tekan Biaya Logistik

Dalam konteks pengembangan jaringan rel Sumatra, keberadaan jalur kereta api tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi. Anne menekankan bahwa kereta api juga menjadi instrumen untuk menekan biaya logistik, memperluas akses wisata, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sejarah rel Sumatera Barat memberi pelajaran penting bahwa konektivitas selain sebagai jalur, juga menjadi akses, pertumbuhan wilayah, dan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat,” pungkas Anne.

Bagikan
Sumber: khazminang.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks