PADANG — KONI Sumatera Barat menilai langkah Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sumbar yang menjadikan Kejurda sebagai ajang seleksi menuju Kejurnas merupakan bentuk pembinaan atlet yang tepat sasaran. Pembukaan kejuaraan dihadiri langsung oleh Wasekum II KONI Sumbar Rizki Saputra, Ketua Pengprov Perpani Sumbar Nanda Satria, serta perwakilan Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang (FKKSP).
Dalam sambutannya, Rizki Saputra menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Umum KONI Sumbar berhalangan hadir. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Perpani Sumbar sudah sangat luar biasa. "Kami tidak bisa banyak berbicara karena apa yang dilakukan Perpani sangat luar biasa. Mau berangkat ke Kejurnas, seleksinya digelar melalui Kejurda. Ini sangat baik untuk pembinaan atlet," ujarnya.
Menurut Rizki, panahan pernah menjadi cabang olahraga andalan Sumbar dengan torehan medali perak di ajang nasional. Ia berharap Kejurda kali ini mampu melahirkan bibit-bibit baru yang bisa mengembalikan pamor panahan Sumbar di tingkat nasional. Pembinaan di Sumbar dinilai mulai menunjukkan perkembangan positif melalui pelaksanaan kompetisi berjenjang, mulai dari Kejurda hingga kejuaraan wilayah.
Rizki juga mengungkapkan bahwa KONI Sumbar akan kembali menggelar sejumlah program strategis tahun ini. Dua di antaranya adalah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang sempat vakum serta pemusatan latihan provinsi (Pelatprov) yang terakhir kali digelar pada 2019. "Atlet yang minimal meraih juara tiga otomatis menjadi atlet binaan. Ini menjadi pemicu prestasi bagi atlet. Pemerintah daerah melalui KONI tidak akan meninggalkan atlet-atletnya," katanya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Perpani Sumbar Nanda Satria meminta para atlet untuk memanfaatkan Kejurda sebagai ajang mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan performa terbaik demi meraih tiket menuju Kejurnas. Ia juga mengajak seluruh pengurus Perpani di kabupaten dan kota untuk terus mendukung penyediaan fasilitas latihan bagi atlet panahan di daerah masing-masing.
Kejurda Panahan Sumbar 2026 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan prestasi panahan di Ranah Minang, sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan atlet dari tingkat daerah hingga nasional.