SUMATERA BARAT — Bermain di Kansas City Stadium, Argentina langsung tampil dominan sejak menit awal. Sang kapten, Lionel Messi, menjadi aktor utama dengan memborong seluruh gol kemenangan tim Tango. Hasil ini membuat juara bertahan langsung memuncaki klasemen sementara grup mereka.
Sepatu spesial yang dikenakan Messi bukan sekadar perlengkapan biasa. Adidas merilis F50 'El Ultimo Tango'—yang berarti 'Tarian Tango Terakhir'—dengan desain penuh nostalgia. Cetakan sepatu itu menyerupai F50 TUNIT, model legendaris yang dipakai Messi saat debut di Piala Dunia 2006, dengan dasar putih, biru muda, dan detail emas.
Sebelum turnamen dimulai, sepatu tersebut dibawa jurnalis olahraga Argentina, Walter Queijeiro, ke Basilica of Lujan. Di tempat ibadah yang dibangun pada 1890 dan dipersembahkan untuk Bunda Maria dari Lujan—santa pelindung Argentina—itu, Romo Lucas Garcia memberkati sepatu LM10 dengan air suci.
Romo Garcia menyampaikan doa khusus saat prosesi pemberkatan yang videonya viral di media sosial. "Kami memberi berkat kepada sepatu ini, berkat untuk tim nasional, buat para pemain khususnya skuad Argentina. Semoga kami bisa menikmati Piala Dunia ini dan semoga turnamen tersebut membawa persatuan di antara kita semua," kata Romo Lucas Garcia.
Queijeiro berharap sepatu yang telah diberkati itu bisa membawa hasil positif bagi Argentina di Piala Dunia 2026. Basilica of Lujan sendiri kerap dikunjungi pemain, klub lokal, dan Timnas Argentina untuk meminta berkat atau memanjatkan syukur atas keberhasilan yang diraih.
Hasil 3-0 ini menjadi modal sempurna bagi Argentina untuk melangkah di fase grup. Dengan performa Messi yang kembali moncer, langkah juara bertahan untuk mempertahankan gelar mulai terlihat kokoh.