Walinagari Lubuktarok Zuariatman Lantik Dua Kepala Jorong di Sijunjung, Camat Ingatkan Kinerja Maksimal

Penulis: Topan Lubis  •  Senin, 06 Juli 2026 | 17:49:01 WIB
Walinagari Lubuktarok Zuariatman melantik dua Kepala Jorong dalam prosesi resmi di Sijunjung.

Prosesi pelantikan berjalan khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Camat Lubuktarok Verigif Alnev, Kapolsek Lubuktarok, Ketua Forum Pelayanan Publik (F.Yanlik) Kabupaten Sijunjung Saptarius, Ketua MUI, KAN, serta pengurus BPN. Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh perangkat nagari juga turut hadir memberikan dukungan.

Pesan Walinagari: Jangan Sampai Berurusan dengan Baju Coklat

Walinagari Lubuktarok, Zuariatman, dalam sambutannya mengapresiasi panitia dan tim juri yang telah menjalankan seleksi secara profesional. Ia menitipkan pesan tegas kepada kedua kepala jorong yang baru dilantik.

"Yang terpenting jangan tersandung masalah dan jangan sampai berurusan dengan 'Baju Coklat'," tegas Zuariatman, merujuk pada aparat kepolisian. Ia berharap keduanya mampu bekerja sama dengan seluruh perangkat nagari untuk kemajuan Lubuktarok.

Sementara itu, Camat Lubuktarok Verigif Alnev mengingatkan agar perangkat nagari yang baru melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan mengabdi kepada masyarakat.

Proses Seleksi: Enam Calon Bersaing, Satu Jorong Head to Head

Pelantikan ini merupakan hasil dari proses pemilihan yang digelar Pemerintah Nagari (PemNag) Lubuktarok pada Rabu (17/6/2026) lalu. Sebanyak enam calon mengikuti ujian tertulis dan wawancara di kantor nagari. Dua posisi yang diperebutkan adalah Kepala Jorong Sungaijodi dan Kepala Jorong Kototuo.

Untuk Jorong Sungaijodi, terjadi persaingan head to head yang unik antara dua calon yang merupakan mamak kemanakan (hubungan paman dan keponakan), yakni Oki Hidayatullah dan Pilko Yandra. Sedangkan untuk Jorong Kototuo, empat calon berebut satu tiket: Rio Wandika Putra, Liswat Candra, Ferdi Irwanto, dan Muhammad Ikbal.

Panitia dan Penguji Independen, Tanpa Intervensi

Walinagari Zuariatman menegaskan bahwa proses seleksi berlangsung transparan. "Kami tak ada intervensi, sepenuhnya kami serahkan pada panitia dan penguji dari kecamatan dan Ketua Forum Pelayanan Publik Kabupaten Sijunjung," ucapnya.

Ketua Forum Pelayanan Publik Kabupaten Sijunjung, Saptarius, mengapresiasi jalannya ujian yang dinilai ketat. Ia menyebut keenam peserta adalah tokoh-tokoh baik, namun hanya satu yang terbaik di tiap jorong. "Yang belum beruntung harus dengan lapang dada menerima hasil. Kegagalan adalah cambuk keberhasilan masa depan," tambahnya. Kegiatan seleksi juga dipantau langsung oleh Babhinkamtibmas Nagari Lubuktarok, Bripka Jaka Prawira Sadil, mewakili Kapolsek setempat.

Reporter: Topan Lubis
Sumber: jurnalsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top